GenPI.co - Pembuatan sumur resapan atau drainase vertikal di wilayah DKI Jakarta dinilai tidak efektif untuk mengurangi banjir.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Tata Kota Nirwono Joga saat diwawancarai GenPI.co.
Menurut Nirwono Joga, pembuatan sumur resapan itu dibanderol dengan harga yang tak murah alias fantastis.
"Sebab, drainase vertikal hanya berfungsi membantu mengurangi genangan air skala lokal," jelas Nirwono Joga kepada GenPI.co, Selasa (7/12).
Genangan mikro atau lokal itu biasanya berada di halaman, sekolah, parkir, dan lingkungan sekitar.
"Jadi, tujuannya bukan untuk meredam (mengurangi) banjir skala kawasan atau kota," ungkapnya.
Akademisi dari Universita Trisakti itu menyebut beberapa daerah di Jakarta yang cocok untuk dibangun sumur resapan.
"Di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur bagian selatan," tuturnya.
Sementara itu yang bagian utara praktis tidak bisa.
"Karena kedalaman air tanah yang dangkal, sehingga tidak guna dibangun sumur resapan," jelasnya.
Itu pun yang bisa dibangun resapan air hanya di lokasi-lokasi yang bukan cekungan atau tidak dekat kali, sungai, dan kanal.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News