GenPI.co - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memiliki sederet prestasi di bidang kemiliteran. Sebanyak 12 brevet diraihnya. Dari prestasi itu, di antaranya medapatkan lima brevet.
Nah, brevet merupakan tanda kemahiran yang dimiliki oleh seorang prajurit militer. Seperti apa brevet yang diperoleh Jenderal Andika Perkasa. Yuk simak ulasannya.
1. Brevet Kopassus
Jenderal Andika mendapat Brevet Kopassus bagi setiap prajurit yang telah lulus pendidikan selama 7 bulan nonstop.
Pendidikan di Kopassus terbagi 3 tahap yaitu tahap basis, gunung hutan, dan rawa laut.
Pada tahap basis prajurit dilatih pembinaan jasmani militer, kemampuan ilmu medan, pengetahuan senjata, menembak, demolisi, sampai ketangkasan militer seperti melempar pisau, renang, dan beladiri.
Kemudian pada tahap gunung hutan dilatihkan penjejakan, anti-penjejakan, survival, dan juga penerapan ilmu medan.
Pada akhir tahap ini seluruh prajurit diharuskan jalan lintas medan dengan pakaian tempur lengkap dari Batujajar hingga Cilacap sejauh 500 km selama sekitar 1 minggu.
Sampai di Cilacap langsung dilanjutkan tahap rawa laut dimulai dengan renang selat menuju Pulau Nusakambangan dan diakhiri dengan latihan pelolosan.
Di mana prajurit disiksa selama semalam penuh tanpa boleh membocorkan informasi.
2. Brevet Cakra Kostrad
Brevet ini diraih Jenderal Andika setelah menempuh latihan Cakra selama 3 bulan. Latihan ini di antaranya meliputi survival, intelijen pertempuran, patroli, pertempuran jarak dekat, operasi raid, termasuk juga pembinaan fisik dan beladiri militer.
3. Brevet Free Fall TNI AD
Jenderal Andika menempuh pendidikan terjun bebas yang meliputi pengetahuan alat dan kelengkapan freefall, teknik melipat payung, teknik keluar pesawat, teknik melayang.
4. Wing Jump Master TNI AD
Jumpmaster bertugas mengontrol jalannya penerjunan mulai dari perlengkapan, waktu, hingga bertanggung jawab atas keselamatan penerjun sampai titik penerjunan.
Seluruh pelatih terjun juga harus mempunyai kualifikasi jumpmaster terlebih dahulu.
5. Brevet Penanggulangan Teror Kopassus
Brevet ini berhak dipakai Jenderal Andika Perkasa, setelah menjalani pendidikan untuk masuk ke Sat-81. Satuan tertinggi di TNI AD yang anggotanya diseleksi dari para prajurit Kopassus.
6. Brevet Pathfinder (Pandu Udara)
Pathfinder adalah unit pasukan kecil yang diterjunkan ke daerah musuh sebelum pasukan utama diterjunkan.
Pathfinder harus mampu membaca kondisi daerah pendaratan, mencari titik penerjunan, membuat tanda, mengamankan dan melaporkannya.
7. Military Freefall Parachutist Badge (US Army)
Brevet terjun bebas militer milik Angkatan Darat AS atau US Army yang ditempuh setelah menjalani pendidikan di Sekolah dan Pusat Peperangan Khusus Angkatan Darat AS.
8. Master Parachutist Badge (US Army)
Diberikan kepada prajurit berkualifikasi penerjun dan jumpmaster yang telah melakukan minimal 65 kali penerjunan dengan sedikitnya 25 kali dengan peralatan tempur selama 36 bulan.
9. Air Assault Badge (US Army)
Prajurit yang lulus dari Air Assault School dan telah memiliki kemampuan serangan dari helikopter atau tiltrotor lewat teknik rappeling dan fast rope termasuk juga rigging operation dan slingloading operation.
10. Master Explosive Ordnance Disposal Badge (US Army)
Memiliki kemampuan sebagai penjinak bahan peledak yang dilatih untuk menangani pembuatan, pengerahan, pelucutan, dan pembuangan amunisi peledak tinggi termasuk senjata nuklir , biologi, kimia, dan radioaktif.
11. Parachutist Badge (Australian Army)
Diberikan oleh Angkatan Darat Australia kepada penerjun yang telah memenuhi syarat dan telah ditempatkan di unit pasukan yang juga mempunyai kualifikasi airborne/lintas udara.
12. Expert Markmanship Badge with Pistol Tab (US Army)
Ini adalah kualifikasi penembak tertinggi AD AS (diatas sharpsooter dan marksman) yang dianugerahkan kepada prajurit AS dan prajurit negara sahabat yang memenuhi skor minimal saat Combat Pistol Qualification Course. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News