GenPI.co - Kehangatan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua DPR RI Puan Maharani kembali terlihat saat pelantikan Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Mereka bertiga melakukan diskusi di sela-sela acara pelantikan di Istana Negara Jakarta pada Rabu (17/11/2021).
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, acara pelantikan kemarin di Istana Prabowo dan Mega hadir secara langsung.
Prabowo kemudian terlihat menghampiri Mega dan keduanya melakukan pertemuan di ruang VVIP Istana.
"Dan di situlah pembahasan berlangsung hangat. Tentu saja terkait politik kebangsaan, dan berbagai dinamika politik nasional," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Sebenarnya keakraban itu bukan kali pertama terjadi. Memang dalam Pilpres 2009, Megawati pernah berduet dengan Prabowo sehingga keakraban kedua partai juga terus terjalin cukup erat.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Habiburokhman mengatakan kemungkinan partainya menjalin koalisi dengan PDIP di Pilpres 2024 sangat terbuka.
Dia menyebut, Gerindra dan PDIP memiliki sejarah pertemanan yang panjang. Habib juga menyampaikan Prabowo memang akrab dengan Megawati dan Puan sejak dahulu.
Menurutnya pertemuan Prabowo, Megawati, dan Puan selalu berlangsung seru serta diwarnai canda dan tawa.
Dia juga menyampaikan, Gerindra dan PDIP pernah menjalin kerja sama politik dan tidak pernah bermusuhan secara ideologi.
"Kami pernah kerja sama di (pemilu) 2009 dan pernah berbeda pilihan di 2014 dan 2019, tetapi kami tidak pernah bermusuhan secara ideologi dengan mereka," ujar dia.
Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara detail tentang topik pembicaraan dalam pertemuan Prabowo dengan Megawati dan Puan tersebut.
Habib mengaku belum sempat bertemu dengan Prabowo usai pertemuan itu terjadi.
Habib hanya memastikan, pertemuan tersebut adalah bentuk silaturahmi yang sangat baik seperti yang selama ini selalu terjaga.
"Saya belum sempat bertemu Pak Prabowo setelah pertemuan tersebut sehingga tidak tahu persis detail isi pembicaraan beliau-beliau," ucapnya.
Habib menambahkan, penyelenggaraan Pilpres 2024 masih lama. Ia pun menilai, kebersamaaan koalisi yang ada saat ini sebaiknya dinikmati lebih dahulu dengan bekerja melayani rakyat secara maksimal. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News