GenPI.co - Pengamat politik Siti Zuhro mengatakan bahwa tak mudah bagi masyarakat untuk mencari pemimpin yang ideal pada Pemilu 2024.
Pasalnya, para calon pemimpin Indonesia harus memenuhi berbagai kriteria, termasuk memahami konteks keindonesiaan dan keumatan.
"Era new normal, disrupsi digital, industri 5.0, dan bonus demografi, emua harus dipahami sang pemimpin baru," katanya dalam diskusi daring KedaiKOPI, Jumat (15/10).
Siti mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan. Oleh karena itu, tak akan mudah untuk memaksakan nilai-nilai keseragaman.
"Pluralitas Indonesia itu membuat kita unik dan di saat bersamaan mereka harus mempertimbangkan sosok seorang pemimpin," ungkapnya.
Sayangnya, Siti menilai bahwa apa yang terjadi di Indonesia justru fragmentasi masyarakat dan kekuatan politik.
"Hal ini tentu bukannya tanpa konsekuensi. Taruhannya adalah soliditas nasionalisme kita mengendur," ujarnya.
Oleh karena itu, urusan etnisitas seorang pemimpin Indonesia semestinya sudah cair.
Pasalnya, Indonesia sudah memiliki sosok B.J. Habibie yang pernah menjadi presiden, walaupun tak melalui pemilu.
"Jadi, orang dari luar Pulau Jawa sebenarnya juga oke untuk memimpin Indonesia. Walaupun, masalah agama masih kerap diperdebatkan," tuturnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News