GenPI.co - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menuai sorotan tajam terkait gelaran Formula E.
Sebelumnya, Anies Baswedan tepergok mengundang tujuh perwakilan fraksi di DPRD untuk menentang hak interpelasi.
Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi lantas angkat bicara terkait temuan tersebut.
Menurutnya, hak interpelasi sebenarnya hanya untuk menjelaskan anggaran Formula E.
"Kalau memang semua terkait proyek pagelaran ini wajar-wajar saja, tentu tidak sulit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam interpelasi," ujar Dedek kepada GenPI.co, Minggu (29/8).
Dedek menjelaskan, jika hak interpelasi adalah wajar dilakukan bagi legislatif.
Dengan adanya hak interpelasi, kata dia, DPRD Jakarta menjalankan tugas legislatif secara baik.
Selain itu, Dedek mengatakan hak interpelasi hanya ingin penjelasan dari anggaran penting di Jakarta.
"Toh, interpelasi itu adalah hak untuk bertanya, bukan membatalkan (Formula E, red)," jelasnya.
Dengan langkah Anies Baswedan itu, kata Dedek, menunjukkan kepanikan berlebih dari gubernur.
Oleh karena itu, dia menilai ajang balap mobil listrik tersebut jika dipaksakan, cukup aneh.
"Pak Anies kayak panik sendiri. Jadi, apa yang dilakukan oleh Anies adalah indikasi bahwa Formula E ini memang tidak beres," imbuhnya.
Seperti diketahui, anggota DPRD Fraksi PDIP dan PSI mengajukan hak interpelasi terkait Formula E di Jakarta pada tahun 2022.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News