GenPI.co - Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute) Muhammad Mualimin memberikan kritikan keras kepada Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.
Pasalnya, Prasetyo minta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menembak mati kartel kremasi di tengah pandemi Covid-19.
Mualimin sangat menyayangkan Prasetyo jika menyudutkan para pengusaha kelas bawah.
"Galak sekali ke pengusaha kecil yang belum tentu terbukti menimbun," ucap dia kepada GenPI.co, Selasa (20/7/2021).
Lebih lanjut, menurutnya, giliran temannya, eks Menteri Sosial Juliari Batubara korupsi Bansos. Kenapa tidak minta Juliari dihukum mati?
"Mulut ketua DPRD tajam ke orang lain, tapi ke rekan sesama partai sendiri yang korupsi lemah lembut. Mana konsistensi anti-korupsinya?," jelas dia.
Sebelumnya, Prasetio menanggapi keluhan warga Jakarta Barat soal harga kremasi selangit hingga dugaan praktik 'kartel kremasi'.
Menurutnya, seharusnya para pengusaha rumah duka jangan mengambil kesempatan di tengah musibah.
"Sekali lagi para pengusaha rumah duka itu juga jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan atau penumpukan obat-obatan," terangnya, Senin (19/7/2021) kemarin.
Untuk itu, dirinya telah membahas praktik-praktik serupa bersama Irjen Fadil Imran.
Pasalnya, dia menilai praktik ini lebih jahat daripada kasus korupsi ataupun narkoba.
"Saya pernah bicara dengan Pak Kapolda, hal-hal seperti itu harusnya lebih jahat daripada narkoba, lebih jahat dari korupsi, tembak mati aja saya bilang gitu," ungkap dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News