GenPI.co - Akademisi Rocky Gerung blak-blakan mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bahaya kalau tak cepat mengambil keputusan soal PPKM Darurat.
Hal tersebut diungkapkan Rocky Gerung dalam video perbincangannya dengan Hersubeno Arief di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu (18/7).
Rocky Gerung menilai, jika Jokowi tak cepat mengambil keputusan, maka publik bisa menangkap bahwa Jokowi ingin mencari gara-gara.
Hal tersebut pada akhirnya mengundang kemarahan publik dan kekacauan bisa meluas hingga terjadi pelemahan bangsa.
Hersubeno Arief awalnya menyinggung soal banyaknya kasus perselisihan antara petugas PPKM Darurat dengan masyarakat, utama para pedagang kecil.
Hersubeno pun membeberkan bahwa masalah-masalah seperti ini sebenarnya sudah diantisipasi dalam Undang-Undang Karantina. Namun, Pemerintah tak mau menerapkan Undang-Undang tersebut.
Merespons hal itu, Rocky Gerung menyatakan setuju dengan Hersubeno. Menurutnya, Pemerintah sebenarnya sudah memahami masalah, namun tak mau mengambil risiko untuk menyelesaikannya.
Apalagi, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan sebenarnya dapat mempersiapkan skenario untuk membiayai karantina.
"Nah, urgensi ini yang nggak ada pada Presiden. Karena Presiden tetap nggak mau kalah pamer soal itu. Kan cuma itu, dari awal kita tahu problemnya cuma itu," tegas Rocky Gerung.
Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini pun melanjutkan bahwa peraturan-peraturan seperti PPKM Darurat itu sebenarnya adalah bentuk penyelundupan hukum yang ujungnya pun tak berhasil di masyarakat.
Oleh sebab itu, Rocky Gerung meminta agar Presiden Jokowi cepat mengambil keputusan mengenai PPKM Darurat ini. Apakah akan dilanjutkan atau tidak.
Pasalnya, Rocky Gerung memperkirakan bahwa dalam 2-3 hari ini, keadaan akan memburuk lebih cepat dari yang dibayangkan Pemerintah.
"Jadi, kalau dalam 24 jam tidak ada keputusan, itu artinya orang menganggap bahwa ‘Oke, Pemerintah ingin cari gara-gara tuh.’ Kira-kira begitu kemarahan," jelas Rocky Gerung.
"Karena ini soal kemarahan publik yang sudah menggumpal. Nggak perlu lagi dikomporin segala macam," sambungnya.
Saat ini, menurut Rocky Gerung, bahwa masyarakat akan menunggu sikap Presiden terkait langkah apa yang akan diambil ke depannya.
Jangan sampai, Presiden Jokowi sama seperti para buzzer yang menganggap bahwa sedang tidak ada persoalan apa-apa.
"Nah, di antara orang yang nggak ngerti persoalan, kita minta solusi nggak bisa. Akhirnya, kita minta solusi di jalan itu, dalam bentuk bentrokan akhirnya," bebernya.
Pengamat Politik inipun mengingatkan bahwa jika sampai benar terjadi bentrokan di jalan, maka itu akan buruk bagi upaya pemulihan bangsa.
"Karena begitu terjadi kekacauan, mob di jalan, itu bukan lagi soal ekonomi yang ada di situ. Soal ras, rasisme, soal perbedaan agama, macam-macam dan itu akan dimanfaatkan oleh kekuatan internasional untuk melemahkan bangsa," pungkasnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News