GenPI.co - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih menjadi perbincangan usai diberi gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap), Universitas Pertahanan.
Dalam pengukuhan tersebut, Megawati mengundang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir.
Akan tetapi, Jokowi memilih mengunjungi vaksinasi di Semarang pada hari yang sama.
Perbincangan hangat pun mulai ramai di publik mengingat Jokowi merupakan produk partai di bawah Megawati.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia menilai tidak hadirnya Jokowi merupakan hal biasa.
Namun, dia mengatakan peristiwa itu jarang terjadi karena Jokowi dinilai patuh terhadap Ketum PDIP.
"Hanya saja ini tidak biasa, Jokowi sejauh ini selalu menunjukan kepatuhan kepada Megawati," ucap Dedi kepada GenPI.co, Selasa (15/6).
Dedi menjelaskan wajar bila ada pandangan lain dari langkah yang dilakukan Jokowi.
Menurut dia, kedatangan Presiden Jokowi ke Semarang merupakan muatan politik untuk mendukung Ganjar Pranowo.
Sebab, Jokowi didampingi Pratikno bertemu Ganjar. Selain itu, ketiganya merupakan Kagama (Keluarga Universitas Gadjah Mada).
"Jadi ada tafsir semacam konsolidasi Kagama untuk Ganjar," jelasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News