GenPI.co - Fadli Zon terang-terangan membongkar serangan ke pegawai KPK. Politikus Partai Gerindra itu menyebut mereka bukan Taliban.
Fadli menilai ada banyak pembungkaman yang terjadi akhir-akhir ini dan merambah ke institusi pemberantasan korupsi.
“Ironisnya, semua pembungkaman itu dilakukan dengan satu dalih, yaitu Pancasilaisme, dan menggunakan stigma seperti radikal atau Islam garis keras,” katanya kepada GenPI.co, Kamis (3/6).
Fadli juga memberikan contoh kongkret pembungkaman dalam institusi anti rasuah itu.
Menurutnya, pemberian stigma Taliban adalah salah satu contoh yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan.
“Serangan itu tentu saja memprihatinkan. Sebab, orang-orang yang disebut Taliban itu banyak non-Muslim,” ujar Fadli Zon.
Bagi dia, serangan itu hanya dimaksudkan untuk melahirkan sentimen negatif.
Fadli Zon juga menyoroti dampak buruk jika pemerintah salah dalam menggunakan Pancasila.
“Dalam kasus ASN KPK, kita pantas bertanya-tanya, apakah integritas dan kompetensi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila?” ujar Fadli Zon.
Menurut Fadli, para pegawai KPK yang gugur dalam TWK adalah orang-orang yang dikenal punya rekam jejak baik pada institusi yang sama.
Fadli juga dengan tegas mengatakan bahwa orang yang berpegang teguh pada Pancasila tentu saja tak mungkin anti-integritas dan anti-kompetensi.
“Penjelasan atas peristiwa tadi hanya satu. Pancasila kini telah dijadikan alat politik untuk mengubur sikap kritis demi menjaga kepentingan kekuasaan atau oligarki,” tuturnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News