GenPI.co - Kolaborasi pegawai KPK dengan Presiden disinggung Fahri Hamzah. Isi pikirannya kemudian di-posting di Twiiter.
Menurutnya, setelah revisi UU KPK No 19/2019, maka KPK memerlukan cara baru untuk menjelaskan kerja-kerja besarnya.
“Saya percaya 1271 orang yang telah dilantik kemarin adalah generasi baru yang lebih baik dari KPK generasi UU 30/2002 dulu,” ujar Fahri Hamzah dalam akun Twitter-nya, Rabu, (2/6).
Fahri telah mengizinkan GenPI.co mengutip cuitannya. Fahri Hamzah juga menilai korupsi merupakan penyakit dalam tubuh organisasi negara dan pemerintahan.
“Korupsi bersemayam dalam semua cabang keluasaan tak terkecuali judikatif. Tapi, ia subur oleh budaya bangsanya yang toleran pada penyimpangan aparat dan pejabat,” katanya.
Oleh sebab itu, Fahri menilai bahwa memberantasa korupsi merupakan pekerjaan yang berat apabila dipikul KPK seorang diri.
“Saya berharap, pegawai baru KPK jangan terpukau dengan besarnya keluasaan yang kalian punya atau pupulatas yang ada di dunia maya,” ujarnya.
Fahri Hamzah lantas meminta para pegawai KPK yang baru semakin fokus dengan menggali semangat kolaborasi yang dala dalam UU KPK lama dan baru.
“Ini zaman kolaborasi kita tidak hidup sendiri. Kekeliruan mereka yang kuat dan berkuasa sepanjang sejarah adalah menganggap kekuatan dan kekuasaan itu untuk dimonopoli padahal untuk dibagi,” tuturnya.
Dirinya percaya bahwa korupsi hanya bisa hilang oleh sebuah orkestra.
Oleh sebab itu, menurutnya, KPK dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memimpin orkestrasi tersebut. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News