GenPI.co - Misteri Habib Rizieq Shihab (HRS) menetap di Arab Saudi selama bertahun-tahun tanpa izin tinggal akhirnya terungkap dalam pleidoi. Pengamat komunikasi Ade Armando membeberkan rahasianya.
Ade membaca fakta eks pentolan FPI itu dari pleidoi yang dibacakan HRS dalam sidang kasus kerumunan di Petamburan dan Bogor.
BACA JUGA: Kabar Terbaru Habib Rizieq, Aziz Yanuar Bilang Lelah
Ade memaparkan bahwa HRS mengaku memiliki kedekatan dengan intelijen Arab Saudi. Oleh karena itu, HRS bisa menetap di sana, meski pun tak memiliki izin tinggal.
“Kita jadi paham bahwa pihak Arab Saudi memang dengan sengaja membiarkan Rizieq menjadi tamu spesial di sana,” paparnya dalam video di kanal YouTube CokroTV, Sabtu (22/5).
Lebih lanjut, akademisi UI itu mengatakan bahwa HRS menuduh TNI dan Polri sebagai kaki tangan operasi penghancuran ulama itu dan FPI.
“Pengadilan Rizieq itu adalah hasil kerja intelijen yang didanai oligarki. Katanya para penguasa itu menunggangi polisi dan kejaksaan,” sebut Ade.
Ade memaparkan bahwa HRS mengecam Pangdam Jaya yang menurunkan baliho selamat datang Rizieq Shihab di Petamburan.
“Rizieq bahkan menghina TNI karena mengancam Rizieq, padahal FPI setia pada Pancasila. Dengan nada menghina, Rizieq menyatakan mungkin panglima TNI tak punya nyali melawan gerakan separatis Papua, jadi hanya berani dengan FPI,” paparnya.
BACA JUGA: Habib Rizieq Nangis di Pengadilan, Biasanya Tegar
Ade menegaskan bahwa pleidoi HRS penuh drama dan kebohongan. Sebab, HRS menganggap semua tuduhan yang diterimanya adalah akibat dari dendam kaum oligarki karena kekalahan dan penangkapan mantan Gubernur DKI Jakarta.
“Rizieq harus sadar bahwa dia itu adalah tokoh penting dalam gerakan yang akan menghancurkan Indonesia. Rizieq adalah sosok yang membawa petaka bagi Indonesia. Rizieq bukan baik, dia orang jahat,” tegasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News