GenPI.co - KKB teroris di Papua makin terdesak. Setelah mentok, mereka kini minta operasi militer dihentikan dan mengajak berunding.
Mabes Polri mengaku telah memetakan kekuatan KKB di Papua. Jumlah yang tersisa disebut hanya 150 orang saja.
Itu pun terpecah dan terbagi ke dalam sembilan kelompok berbeda dan tersebar di beberapa wilayah.
BACA JUGA: KKB Papua Makin Susut, Jumlahnya Tinggal 150
Setiap kelompok sudah teridentifikasi. Pun demikian dengan identitas anggota dan jumlah anggota per kelompok dimaksud.
Untuk itu, pihaknya memastikan saat ini pasukan gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut.
Hasilnya, KKB teroris di Papua terdesak. Ruang geraknya menjadi sangat terbatas. Untuk mendapatkan bahan makanan sekali pun, mereka sudah tak mampu.
Sadar akan posisinya yang di bawah angin, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-OPM mendesak Presiden Jokowi segera menghentikan operasi militer di Papua
Setelah itu, mereka juga mendesak agar duduk bersama dalam meja perundingan.
“Segera lakukan semua itu sebelum kami umumkan revolusi total,” kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangannya, kemarin.
BACA JUGA: Orang Kuat Jokowi Tegas, KKB Papua Pasti Dibungkus
Revolusi total yang dimaksud adalah penggabungan semua kelompok ke dalam 33 Komando Daerah Pertahanan (Kodap).
Sebby Sambom menuturkan, revolusi total diumumkan dalam beberapa tahun ke depan.
“Yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan perang serentak di semua tanah Papua,” jelasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News