GenPI.co - Ahli hukum tata negara Refly Harun mengaku sedih setelah membaca beberapa komentar anggota DPR terkait penangkapan eks Sekretaris Umum FPI Munarman.
Kesedihan tersebut berlanjut lantaran anggota DPR tersebut menyalahkan Munarman karena ideologinya berbeda dengan Pancasila sehingga pantas untuk ditangkap.
BACA JUGA: Akademisi UI Beber Ideologi Munarman Berbeda Dengan Habib Rizieq
Dalam kanal YouTube-nya, Refly menilai Munarman merupakan seorang muslim yang baik.
Oleh sebab itu, ideologi Munarman tidak mungkin berbeda dengan Pancasila.
“Karena Pancasila itu mengakui ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, itu kalimat tauhid,” ujar Refly, Jumat (30/4/2021).
Refly lantas mengaku heran dengan pernyataan para anggota DPR yang menyebut ideologi Munarman tidak Pancasialais.
Sebab,Pancasila bukan hanya persoalan satu subjek, melainkan ada subjek lainnya yang benar-benar komprehensif.
“Orang beda pendapat dengan pemerintah dibilang tidak Pancasilais, sangat memprihatinkan. Pandangan anggota DPR yang harusnya mengayomi, melindungi sebagai wakil rakyat, tetapi yang terjadi malah seperti senang,” ujar Refly.
Menurut Refly, sebagai wakil rakyat seharusnya para anggota DPR membela rakyat. Terlebih, jika anggota DPR tersebut mewakili Jakarta dan Komisi III.
“Jadi harusnya common sense dari anggota DPR adalah membela rakyat terlebih dahulu, klarifikasi, apakah rakyatnya salah atau tidak,” tuturnya.
Refly berharap agar semuanya berjalan dengan baik. Tidak hanya itu, dia juga berharap anggota DPR masih mau membela rakyatnya.
BACA JUGA: Jika Surya Paloh Nyapres, Tokoh Wanita Ini Bakal Jadi Cawapresnya
“Mudah-mudahan semuanya baik. Mudah-mudahan banyak anggota DPR kita yang mau membela kepentingan rakyat yang notabennya tidak akan kuat kalau berhadapan dengan negara,” ujarnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News