GenPI.co - Akademisi Rocky Gerung blak-blakan menilai agenda reshuffle kabinet yang saat ini makin bergemuruh tapi belum dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut diungkapkan dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, menurut mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini, Reshuffle kabinet terlalu dipaksakan.
BACA JUGA: Pernyataan Kapolri Listyo Sigit Bikin Kaget, Kasus 6 Laskar FPI
"Tapi ini reshuffle kabinet nggak ada harapan. Seolah-olah ada reshuffle kabinet ada prestasi," kata Rocky Gerung dikutip GenPI.co, Rabu (21/4).
Menurut Rocky Gerung, seluruh parameter untuk melakukan reshuffle kabinet ada dua yakni mampu dan dukungan partai.
"Semua partai untuk taruh orang merampok terakhir, bukan untuk memperbaiki Indonesia," jelasnya.
Rocky Gerung mengungkapkan, PAN akan menyiapkan reshuffle kabinet.
BACA JUGA: Keterangan Saksi Bikin Habib Rizieq Terpojok, Pakar: Tak Pantas..
"Maka dia siapkan PAN, yang terbaik yah siapa yang terbaik," kata Rocky Gerung.
Bahkan, PKB berharap lagi ada menteri, karena ada kongres dibuka di Istana.
"Kan ada juga di menteri investasi dari wapres, kan itu hanya spekulasi," ungkapnya.
Menurutnya, hiruk pikuk reshuffle kabinet di dalam orkestra tak ada penonton.
"Ini kan orkes yang rusak, masalahnya dalam semua parameter sudah dikenali nggak mungkin diubah. Ini kan ganti posisi bukan ganti kebijakan," bebernya.
Rocky Gerung pun membeberkan, ‘makelar’ reshuffle kabinet beredar untuk membisikkan ke presiden.
Ia pun mengkritik presiden Joko Widodo meraba-raba sebelum mengambil keputusan dengan mempertimbangkan pendapat Megawati Soekarnoputri, Luhut Binsar Pandjaitan dan AM Hendropriyono.
"Dia mesti konsultasi dengan penasihat, ini penasihat kalkulasi politis, pemain di belakang presiden itu punya kepentingan masing-masing," ungkap Rocky Gerung.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News