GenPI.co - Agama Islam tidak hanya mengatur soal tata cara beribadah saja, melainkan segala macam aspek kehidupan dengan cermat, termasuk mengenai posisi tidur.
Salah satu posisi tidur yang tidak disarankan oleh Islam yaitu tidur tengkurap. Rasulullah SAW melarang umatnya untuk tidur tengkurap karena itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah SWT.
BACA JUGA: Cara Islami Meredam Amarah Pasangan dalam Rumah Tangga, Simak!
Larangan ini muncul dari kisah Ya'isy bin Thikhfah Al-Ghifari, dalam satu kesempatan dia bercerita.
"Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid, di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, 'Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.' Bapakku berkata, "Setelah aku melihatnya ternyata Beliau adalah Rasulullah SAW'."
Larangan ini juga diungkapkan oleh Imam Tirmidzi, yang membawakan hadits dari Abu Hurairah.
Saat Rasulullah SAW melihat seorang muslim tidur tengkurap, Nabi bekata, "Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah".
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim sebaiknya kita membiasakan diri untuk tidak tidur tengkurap.
Dari sisi kesehatan, tidur tengkurap juga tidak disarankan, sebab ada beberapa risiko bila sering melakukannya. Seperti yang dikatakan oleh ulama sekaligus pakar kedokteran.
BACA JUGA: Begini Hukumnya Suami Minum Susu Istri dalam Islam
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
"Terlalu sering tidur dengan sisi kiri membahayakan bagi jantung karena kecenderungan anggota (organ dalam) ke kiri, maka bisa menekannya. Dan cara tidur yang kurang baik juga adalah terlentang,"
"Tetapi tidak mengapa jika sekedar untuk beristirahat tanpa tidur. Dan yang kurang baik juga adalah cara tidak berbaring dengan mukanya (tengkurap)."(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News