GenPI.co - Balsamic vinegar atau cuka balsamik secara tradisional dibuat dari sari buah anggur segar yang dipekatkan di atas api terbuka.
Dilansir Health, sari buah ini kemudian difermentasi dua kali sebelum disimpan dalam serangkaian lima tong kayu.
Masing-masing dibuat dengan jenis kayu yang berbeda, selama sedikitnya 12 tahun.
Produk yang dibuat menggunakan proses tradisional ini disebut "cuka balsamik tradisional Modena" (TBVM) atau "Reggio Emilia" (TBVRE).
Cuka balsamik yang dibuat secara tradisional dianggap sebagai produk dengan status asal yang dilindungi (PDO).
Artinya, cuka ini hanya boleh diproduksi di wilayah tertentu di dunia dengan menggunakan praktik tertentu.
Produk cuka balsamik lainnya dibuat dengan mencampur anggur yang dimasak dengan cuka anggur dan beberapa bahan tambahan.
Produk tersebut tidak sama dengan cuka balsamik yang dibuat secara tradisional.
Cuka balsamik tradisional terkonsentrasi pada senyawa fenolik seperti eugenol, 4- ethylguaiacol, dan vanillin, memiliki sifat pelindung seluler yang kuat.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa cuka balsamic dapat meningkatkan regulasi glukosa (gula) darah setelah makan makanan kaya karbohidrat.
Hal itu dengan mengurangi aktivitas amilase pankreas, enzim pencernaan yang memecah pati menjadi gula sederhana yang diserap ke dalam aliran darah.
Menambahkan cuka balsamic ke makanan kaya karbohidrat dapat mengendalikan kadar gula darah setelah makan.
Cuka balsamik yang dibuat secara tradisional memiliki konsistensi seperti sirup, yang lebih kental daripada cuka lainnya.
Cuka ini memiliki rasa yang kompleks, manis, dan asam dan umumnya digunakan sebagai bumbu dan ditambahkan ke resep seperti hidangan daging dan pasta.
Tidak seperti cuka lainnya, cuka balsamik mengandung kalori dan karbohidrat.
Satu sendok makan cuka balsamik mengandung 50 kalori dan 12,5 gram (g) karbohidrat.
Cuka balsamik juga mengandung sejumlah kecil mineral, seperti zat besi, kalsium, dan kalium, tetapi tidak cukup untuk memengaruhi asupan nutrisi secara signifikan. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News