GenPI.co - Spesialis Saraf DR. dr. Rizaldy Taslim Pinzon mengatakan bahwa komplikasi diabetes dapat menyebabkan gangguan saraf.
Rizaldy menuturkan bahwa gangguan saraf tepi yang ditemui pada penderita diabetes melitus disebut juga neuropati diabetik.
"Banyak penyakit yang menyebabkan neuropati, salah satu yang bisa dicegah adalah diabetes," kata Rizaldy, dilansir dari Antara, Selasa (15/11).
Menurut Rizaldy, neuropati umum dijumpai, di mana satu di antara dua atau satu di antara tiga pasien diabetes melitus mengalami neuropati.
“Kerusakan saraf tepi bisa mengenai sistem saraf sensorik atau perasa, sistem saraf motorik, sistem saraf otonom, atau kombinasi dari ketiga sistem saraf tersebut,” tuturnya.
Lalu, ketika diabetes bisa dicegah atau dikendalikan sejak dini, gangguan saraf kemungkinan bisa diperbaiki bila belum parah.
Namun, hal itu sulit terjadi bila kerusakan serabut saraf lebih dari 50 persen yang disebut sudah mencapai "point of no return".
"Kalau kerusakan sudah lebih dari 50 persen serabut saraf akan sulit (normal)," ujar dia.
Lebih lanjut, Rizaldy memaparkan rasa kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas atau terbakar di tangan dan kaki merupakan gejala umum dari neuropati yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
Bila gejala itu terjadi terus-menerus dan intensitasnya kian meningkat, segera periksakan diri ke dokter agar bisa ditangani lebih lanjut.
"Neuropati bisa ditangani lebih baik kalo ditemukan dini, lebih baik periksa sekarang," katanya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News