GenPI.co - Ada baiknya Anda tak menyantap nasi goreng sebagai menu sahur. Pasalnya, pakar kesehatan tak menyarankan semua makanan digoreng disantap saat sahur, termasuk nasi goreng.
Makanan yang digoreng, terlalu pedas, serta daging olahan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Namun, hal itu bukan berarti kita tak bisa mengonsumsi nasi goreng untuk sahur jika benar-benar terpaksa.
Spesialis Gizi FKUI Cindiawaty J Pudjiadi menilai anjuran tersebut memang benar. Oleh karena itu, ada trik bagaimana meminimalisasi efek buruk nasi goreng yang dikonsumsi saat sahur.
“Jika kita tidak mau lemak berlebihan, minyaknya sedikit saja,” ujarnya, dilansir dari Antara, Senin (4/4).
Cindiawaty mengatakan bahwa nasi goreng sebenarnya bisa dikreasikan dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Menurutnya, tak perlu memakai minyak banyak untuk membuat nasi goreng. Anda bisa mengurangi jumlah minyak yang dipakai tanpa mengurangi kenikmatan nasi goreng.
Disarankan pula untuk menambahkan sumber protein, baik itu hewani atau nabati. Protein hewani bisa didapatkan dari daging ayam, telur, daging sapi, dan ikan.
Sementara itu, protein nabati bisa didapatkan dari kacang polong.
“Mengenai porsi, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda,” ungkapnya.
Selain itu, sebaiknya ditambahkan juga sayuran, seperti wortel dan buncis, agar nasi goreng Anda bergizi lengkap.
"Menu nasi porsinya sesuai kebutuhan tubuh. Lalu, bisa ditutup dengan buah. Jangan lupa minum minimal dua gelas air putih saat sahur agar tubuh terhidrasi," kata Cindy. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News