GenPI.co - Apa yang menyebabkan keperkasaan pria menjadi bengkok di luar nalar? Mari kenali penyakit Peyronie.
Sejatinya setiap pria memiliki kondisi kejantanan yang sangat bervariasi, termasuk dari bentuk dan ukuran yang berbeda, bahkan ada yang melengkung dan bengkok.
Namun, jika kondisi bengkok tersebut terlihat berlebihan dan menyebabkan pria merasa kesakitan maka ini menjadi suatu tanda adanya kelainan, salah satunya penyakit Peyronie.
Melansir dari Mayo Clinic, Peyronie atau keperkasaan yang bengkok merupakan kondisi non-kanker yang terjadi karena jaringan parut fibrosa yang berkembang dan menyebabkan bentuk melengkung dan menyakitkan.
Sejatinya pada kejantanan pria terdapat jaringan spons yang akan dialiri darah dan mengembang saat mendapat rangsangan, Peyronie terjadi saat jariangan tidak mengembang secara merata.
Para ahli menduga bahwa Peyronie terjadi akibat cedera berulang pada kejantanan, seperti rusak saat berhubungan ranjang, berolahraga maupun kecelakaan.
Melansir dari Urology Care Foundation, penyakit Peyronie diperkirakan terjadi pada sekitar 4 dari 100 pria berusia antara 40 dan 70 tahun.
Namun meskipun jarang, penyakit ini juga ditemukan pada pria yang berusia lebih muda.
Penyakit Peyronie dibedakan menjadi dua fase untuk menentukan cara pengobatan yang berbeda juga, yaitu:
1. Fase Akut
Fase akut adalah fase awal terjadinya penyakit yang berlangsung sekitar dua hingga empat minggu.
Untuk menangani Peyronie akut direkomendasikan dengan melakukan terapi traksi, terapi ini juga bisa mencegah kehilangan panjang sekaligus meminimalkan kelengkungan.
Selain itu, pasien juga dapat memilih terapi medis dan injeksi, yang mungkin bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.
2. Fase Kronis
Fase kronis yaitu fase di mana Peyronie sudah berlangsung lama sekitar 3 hingga 12 bulan setelah gejala dirasakan.
Untuk fase kronis ini ada beberapa pengobatan yang dianjurkan mulai dari terapi medis hingga injeksi.
Selain itu, dapat diobati dengan melakukan operasi, tentunya didasarkan pada hasil pemerikasaan dan rekomendasi dokter.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News