GenPI.co - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Budi Wiweko mengatakan vaksinasi membantu untuk mencegah terjadinya infeksi yang belum ada obatnya.
Menurut Budi Wiweko, prinsipnya setiap sel di dalam tubuh kita memiliki identitas atau KTP sehingga dikenali oleh sel imun sebagai kawan bukan lawan.
Walaupun demikian, lanjutnya ada kalanya sel tubuh memiliki masalah dengan KTP nya sehingga menjadi tidak dikenali sel imun, akibatnya sudah barang tentu sel imun akan menyerang sel tubuh sendiri.
"Bagaimana reaksi sel imun bila ada sel asing masuk ke dalam tubuh, bisa dalam bentuk infeksi bakteri atau pun virus. Pada dasarnya sejak dibentuk, sel imun sudah disekolahin di kelenjar Timus agar mampu mengenali musuhnya dengan baik dan tidak menyerang kawan-nya sendiri, ujar Budi Wiweko seperti yang dilansir dari Antara.
Lebih lanjut, kata Budi Wiweko, bila ada bakteri atau virus masuk maka tubuh akan menyusun kekuatan dengan mengerahkan sel-sel imunnya dari berbagai lapisan.
Ada lapisan pertama, ada lapisan kedua dan ada lapisan ketiga sebagai benteng terakhir. Pasukan sel imun lapisan pertama yang paling gampang kita kenal misalnya adalah kulit, bagaimana kulit diatur kelembabannya dan banyak sel imun di bawah jaringan kulit sebagai barisan pertama pertahanan kita.
Bila barisan pertama belum mampu mengusir musuh, maka akan dilepaskan sel-sel perantara yang akan memanggil bala bantuan dan melepaskan berbagai zat untuk menghancurkan musuh. Sel-sel ini dikenal dengan sebutan sitokin.
Infeksi yang tidak berat pada umumnya bisa diselesaikan di level pertama, tetapi untuk infeksi virus (yang sifatnya di dalam sel) dia membutuhkan bala bantuan yang lebih besar untuk menghancurkan virus sekaligus sel yang diinfeksinya.
"Apakah infeksi virus bisa sembuh sendiri ? Jawabannya tidak selalu," ujarnya.
Yang pertama bergantung dari derajat infeksi. Disamping itu jenis dan jumlah virus yang menginfeksi serta tingkat ketangguhan sel imun akan menentukan respons orang terhadap infeksi virus.
"Infeksi virus HIV misalnya, merupakan infeksi virus yang sangat berbahaya, karena virus HIV akan merusak sel imun tubuh manusia sehingga pertahanan tubuh menjadi lumpuh total. Bisa dibayangkan seorang penderita AIDS bisa wafat hanya karena terinfeksi tuberkulosis. Hal ini karena pasien AIDS telah kehilangan 100 persen daya tahan tubuhnya," kata Prof. Budi.
Infeks virus lain yang bisa kita lihat misalnya infeksi virus HPV = human papilloma virus sebagai penyebab kanker mulut rahim. Virus HPV ini akan mengelabui sel imun yang ada di mulut rahim perempuan. Dengan menggunakan KTP palsu, virus HPV akan terus merusak mulut rahim seorang perempuan sehingga bisa menjadi kanker tanpa sel imun tubuh perempuan tersebut menyadarinya. (ANT)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News