Merinding, Titah Putin Bikin Gemetar, Ukraina Bisa Hancur Lebur

17 April 2021 23:48

GenPI.co - Rusia telah memerintahkan seorang diplomat Ukraina untuk meninggalkan negara itu setelah diduga menerima informasi rahasia dari database badan keamanan utama negara tersebut.

Sebelumnya, konsulat Ukraina di St Petersburg, Oleksandr Sosoniuk, ditahan pada hari Jumat (16/4/2021) kemarin, saat bertemu dengan seorang Rusia di mana ia memperoleh materi dari database Dinas Keamanan Federal (FSB).

BACA JUGA: Taktik Maut Ukraina-Turki Siap Serbu Rusia, Dunia Bisa Ambyar

Menteri luar negeri Rusia memberi tahu kuasa hukum d'affaires Vasily Pokotilo bahwa Sosoniuk harus meninggalkan negara itu segera.

Namun, tidak ada rincian tentang konten materi rahasia yang dipublikasikan.

FSB menyatakan Sosoniuk telah ditangkap selama pertemuan dengan seorang warga Rusia saat ia berusaha untuk menerima informasi 'rahasia'.

"Kegiatan seperti itu tidak sesuai dengan status diplomatiknya dan jelas bersifat bermusuhan dengan Federasi Rusia. Presiden Vladimir Putin memerintahakan menangkap orang tersebut," demikian pernyataan FSB, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (17/4/2021).

Sesuai dengan hukum internasional, tindakan akan diambil terhadap diplomat asing itu.

Pengusiran itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan atas penumpukan militer Rusia di sepanjang perbatasan dengan wilayah timur Ukraina yang berada di bawah kendali separatis yang didukung Rusia.

Kementerian luar negeri Ukraina mengatakan Sosoniuk ditahan selama beberapa jam tetapi sekarang kembali ke konsulat negara di St Petersburg.

"Pihak Ukraina akan segera memutuskan bagaimana menanggapi provokasi ini, dengan mempertimbangkan praktik saat ini," terangnya.

BACA JUGA: Mendadak Indonesia dan Iran 'Serbu' China, Hasilnya Bikin Kaget

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah menahan sejumlah warga Ukraina karena dicurigai melakukan kegiatan mata-mata, tetapi penahanan seorang diplomat jarang terjadi.

Kyiv memang telah memerangi separatis yang didukung Rusia di timur Ukraina sejak 2014, dan bentrokan telah meningkat sejak awal tahun, mencabik-cabik gencatan senjata yang disepakati pada Juli lalu.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Luthfi Khairul Fikri

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co