GenPI.co - Dua wanita yang berpakaian seperti lansia dalam upaya untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 langsung ditolak dan dikeluarkan peringatan masuk tanpa izin di Orlando, Florida.
Petugas kesehatan negara bagian di Orange County, Orlando, Dr Raul Pino, mengatakan para wanita itu berpakaian seperti lansia dan menyamar dengan topi, sarung tangan, dan kacamata.
BACA JUGA: Negara-negara Tajir Dukung Pembuatan Vaksin COVAX untuk Si Miskin
Pino menambahkan penyelidikan Departemen Kesehatan akan mencoba untuk menentukan di mana mereka divaksinasi sebelumnya dan bagaimana mereka bisa membuat janji.
"Ini adalah komoditas terpanas yang ada saat ini, jadi kami harus sangat berhati-hati," kata Pino dalam keterangannya, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (20/2/2021).
Menurutnya, kelakuan kedua wanita itu sangat mengkhawatirkan, sebab kedua wanita itu berani-beraninya berbohong kepada tenaga medis.
"Dua multi-jutawan yang memiliki hak istimewa ini (para lansia) merupakan prioritas dalam risiko, tetapi mereka melompati antrean. Itu sangat tidak dibenarkan," tegas dia.
Sementara, juru bicara Kantor Sheriff Michelle Guido menerangkan bahwa para wanita, berusia 34 dan 44 tahun itu telah mengubah tahun kelahiran mereka pada pendaftaran vaksinasi mereka untuk melewati sistem negara, yang memprioritaskan orang-orang yang berusia 65 ke atas.
"Nama mereka awalnya cocok dengan pendaftaran mereka, tetapi tidak dengan tanggal lahir mereka, Tampaknya para wanita itu telah mendapatkan suntikan pertama, tetapi tidak jelas di mana," jelas dia
Guido juga menuturkan kedua wanita itu saat ini telah diberi peringatan dengan tidak dapat kembali ke pusat konvensi wilayah Florida karena alasan apa pun termasuk vaksin, tes Covid-19, konvensi atau pertunjukan. Jika mereka kembali, mereka bisa ditahan di penjara.
BACA JUGA: AS Dilema Tinggalkan Afghanistan, Alasannya Mencengangkan
Sebagai informasi, dengan persediaan vaksin yang terbatas, beberapa orang memang telah mengambil tindakan ekstrim untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.
Sebelumnya, bulan lalu, pasangan Kanada didakwa setelah melakukan perjalanan ke wilayah Pribumi dan menyamar sebagai penduduk lokal untuk menerima vaksin.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News