GenPI.co - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) mengeluarkan panduan baru bagi sekolah-sekolah di negaranya untuk dibuka kembali.
Namun begitu, CDC AS merekomendasikan penggunaan masker universal dan jarak fisik sebagai strategi mitigasi utama untuk membawa anak-anak kembali ke kelas.
BACA JUGA: Makin Memanas, AS Kecam Rusia Terlibat Konflik di Ukraina
Pedoman tersebut, yang juga menekankan perlunya pembersihan fasilitas, kebersihan pribadi, dan pelacakan kontak, dimaksudkan untuk memberikan rencana kepada distrik sekolah untuk membawa 55 juta siswa sekolah negeri kembali ke ruang kelas tanpa menimbulkan wabah Covid-19.
“Kami tahu bahwa sebagian besar kelompok di lingkungan sekolah telah terjadi ketika ada pelanggaran dalam pemakaian masker,” ujar Direktur CDC, Rochelle Walensky dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (13/2/2021).
Lebih lanjut, Walensky mengungkapkan ada bukti kuat sekarang bahwa sekolah dapat dibuka kembali, terutama di tingkat kelas yang lebih rendah.
CDC AS juga menerangkan bahwa pembukaan kembali sekolah seharusnya tidak bergantung pada akses guru ke vaksin Covid-19, tetapi sangat merekomendasikan negara bagian AS untuk memprioritaskan guru dan staf sekolah untuk vaksinasi.
Gedung Putih juga mengatakan minggu ini bahwa strategi nasional akan dipandu oleh sains. “Ini bebas dari campur tangan politik,” kata Walensky.
BACA JUGA: PBB Ungkap 350 Warga Myanmar Telah Ditahan Militer
Sebelumnya, Presiden Joe Biden berjanji untuk membuka kembali sebagian besar sekolah dalam waktu 100 hari setelah menjabat pada 20 Januari.
Biden menyatakan masalah yang timbul dari penutupan sekolah yang terus menerus, termasuk masalah kesehatan mental anak-anak dan eksodus orang tua dari angkatan kerja, telah meningkat, keadaan darurat nasional.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News