GenPI.co - Pemerintah Arab Saudi telah menangguhkan 20 negara asing, kecuali diplomat, warga negara Saudi, dan praktisi medis serta keluarga mereka, untuk membantu mencegah penyebaran virus corona.
Larangan sementara, berlaku mulai Rabu (3/2/2021), termasuk orang-orang yang datang dari Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Prancis, Mesir, Lebanon, India, dan Pakistan.
BACA JUGA: Denmark Siapkan Paspor Corona Digital, Begini Manfaatnya
"Keputusan tersebut akan mencakup para pelancong yang datang dari negara lain jika mereka melewati salah satu dari 20 negara yang dilarang 14 hari sebelum permintaan untuk memasuki Kerajaan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sepert dilansir dari Press Agency (4/2/2021).
Arab Saudi yang terbesar di antara enam negara Teluk Arab, telah mencatat lebih dari 368.639 kasus dan 6.383 kematian sejauh ini dengan 360.110 pemulihan.
Negara-negara di wilayah penghasil minyak sebagian besar telah mencabut pembatasan dengan pengecualian pemakaian masker di tempat umum dan jarak sosial.
BACA JUGA: Polisi Myanmar Tuntut Suu Kyi Pasca Kudeta, Ternyata Karena Ini
Selain emirat Dubai di UEA, Oman dan Bahrain baru-baru ini memperkenalkan langkah-langkah baru menyusul peningkatan kasus.
Semua negara Teluk telah meluncurkan kampanye imunisasi. UEA dan Bahrain menduduki peringkat kedua dan keempat secara global dalam peluncuran vaksin per kapita penduduk.
Adapun, berikut ini daftar lengkap 20 negara yang dilarang masuk sementara ada Indonesia, Uni Emirat Arab, Argentina, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Prancis, India, Pakistan, Mesir, Libanon, Irlandia, Italia, Brasil, Portugal, Turki, Swedia, Swiss dan Jepang.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News