Di Tengah Kunjungan Tim WHO, China Tahan 80 Orang Pemalsu Vaksin

02 Februari 2021 18:59

GenPI.co - Polisi China menangkap sekitar 80 orang dan menyita 3 ribu vaksin Covid-19 palsu, pada Senin (1/2/2021). Bahkan, kabar ini sempat menjadi heboh di negara tersebut.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, sekaligus dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (2/2/2021) bahwa para pelaku telah menjual suntikan isi cairan vaksin virus corona palsu.

BACA JUGA:  Keren Banget! Turki Uji Coba Bus Listrik Tanpa Pengemudi

Kasus ini terungkap ketika polisi melakukan operasi di Beijing, Provinsi Jiangsu, dan Provinsi Shandong. Mereka lalu melacak tempat-tempat produksi dan penjualan barang palsu hingga akhirnya terungkap. Polisi kemudian menangkap para pelaku tersebut.

Berdasarkan undang-undang (UU) vaksin baru yang mulai berlaku pada 2019, para penjual vaksin palsu terancam denda 15-50 kali nilai produk. Sementara itu, mereka yang membuat atau menjual produk di bawah standar akan dikenakan denda 10-30 kali lipat nilainya.

Perusahaan tersebut akhirnya didenda 3.4 juta yuan atau setara Rp7.3 miliar oleh regulator provinsi.

Namun, hukuman ini disebut-sebut terbilang kecil dibandingkan laporan laba bersihnya yang mencapai 566 juta yuan (Rp1,2 triliun) dan menerima subsidi pemerintah sebesar 48,3 juta yuan (Rp104 miliar) pada 2017.

Sebelumnya, UU ini disahkan setelah serangkaian skandal keselamatan yang melibatkan industri farmasi.

Salah satunya dilakukan Changchun Changsheng Bio-technology yang ketahuan menjual lebih dari 250 ribu vaksin DPT di bawah standar. Padahal, vaksin itu dirancang untuk melindungi bayi dari difteri, batuk rejan, dan tetanus di provinsi Shandong.

BACA JUGA:  Diterjang Badai Salju, Situasi AS Runtuh

Sementara itu, pemerintah China meminta agar masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mendapatkan vaksin dengan melalui jalur resmi agar terhindar dari produk palsu.

China saat ini masih terus meningkatkan kapasitas produksi vaksinnya dan mengintensifkan program vaksinasi massal. Mereka menargetkan imunisasi 50 juta orang sebelum Tahun Baru Imlek mendatang.

Diketahui, di tengah penggerebekan pabrik vaksin Covid-19 palsu, tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan investigasi kasus corona di Kota Wuhan, China.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Luthfi Khairul Fikri

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co