GenPI.co - Vietnam betul-betul hebat! Saat Negara lain resesi, ekonomi Vietnam justru tumbuh. Corona pun bisa dibuat lumpuh.
Negara di dunia boleh terpukul karena corona. Namun tidak dengan Vietnam.
Perekonomian Vietnam tumbuh positif. Kuartal pertama (Q1) tahun 2020, Vietnam mengalami pertumbuhan 3,8%.
BACA JUGA: Diam tapi Cemburuan, Zodiaknya Bisa Bikin Gemetaran
Sementara pada Q2 ada pertumbuhan positif meskipun kecil, yakni 0,4%.
Menurut Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi, proyeksi Q3 dan Q4 Vietnam akan berada pada angka 2%.
“Akhir 2020, proyeksi Vietnam untuk tumbuh tadinya 5%. Tapi sudah direvisi menjadi kemungkinan naiknya 2%-2,5%. Jadi tetap positif,” katanya.
Ekonomi Vietnam sendiri, menurut Ibnu, cukup bergantung dengan ekspor internasional.
Tetapi berkat pemerintah yang dengan cepat mengantisipasi, Vietnam masih mampu tumbuh secara positif.
“Bisnis-bisnis yang sifatnya ekspor difasilitasi pemerintah. Ekonominya tetap bisa berjalan,” tambah Ibnu.
Sektor andalannya di gas poll. Penjualan garmen, sepatu, hingga alat kesehatan, semua mendapat bantuan pemerintah.
Hanya pariwisata yang belum pulih. Toko dan bisnis terkait pariwisata masih tutup. Termasuk hotel dan lokasi wisata.
Dari data Jumat (25/9)), tidak ada lagi transmisi lokal yang ditemukan selama dua minggu terakhir.
Lalu apa rahasia sukses Vietnam dalam menekan angka penyebaran Covid-19?
Menurut Ibnu Hadi, kunci kesuksesan Vietnam adalah pengambilan keputusan yang cepat dari pusat.
Keputusan itu langsung dilaksanakan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Yang dilakukan Vietnam hampir sama dengan gelombang pertama. Pemerintah Vietnam langsung mengambil keputusan secara cepat dan langsung diterapkan secara komprehensif,” katanya.
BACA JUGA: Calon Miliarder, Zodiaknya Masuk Radar Orang Tajir
Vietnam melakukan lockdown atau istilahnya adalah Nationwide Distancing. Yang gelombang kedua ini juga disebut mirip.
“Hanya bedanya mereka tidak menerapkan secara nasional. Hanya provinsi per provinsi. Termasuk Ibu Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh,” ungkapnya.
Sejauh ini Vietnam tercatat memiliki 1.069 kasus positif. Sebanyak 999 pasien berhasil sembuh. Sementara total kematian berjumlah 35 orang.
Kasus aktif yang berada di rumah sakit kini hanya ada 40 orang. Dari 40 kasus, 26 kasus adalah impor, dan 14 kasus penyebaran lokal. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News