Kasus Covid-19 Tinggi, Trump Paksa Sekolah Belajar Tatap Muka

10 Juli 2020 02:45

GenPI.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaksa sekolah untuk membuka dan belajar tatap muka pada musim gugur ini. Jika tidak, Trump akan memotong bantuan dana ke sekolah. 

Kandidat Presiden dari Partai Republik pada Pemilu November mendatang ini bahkan menuding Partai Demokrat, sebagai biang kerok yang menginginkan sekolah tetap tutup dengan alasan politis. 

BACA JUGA: Patung Melania Dibakar, Trump Naik Pitam

Padahal, kasus Covid-19 saat ini masih terus merebak di seluruh wilayah AS.

"Demokrat berpikir, pembukaan sekolah sebelum Pilpres November, akan merugikan mereka. Padahal, pembukaan itu sangat penting artinya bagi anak-anak dan keluarga. Saya tak akan segan memotong pendanaan, jika sekolah tetap tak mau buka," cuit Trump lewat akun Twitter-nya, Rabu (7/7).

Ia pun menggarisbawahi pembukaan sekolah di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Denmark, Norwegia, dan Swedia yang dinilainya tak menghadapi masalah.

Tak jelas bantuan dana federal seperti apa, yang akan dipotong Trump. Dalam konstitusi AS, negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah. Namun, pemerintah federal juga memberikan bantuan dana tambahan.

Trump juga meluapkan kekesalannya pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), yang direkturnya termasuk dalam jajaran Gugus Tugas Covid-19 di Gedung Putih.

BACA JUGA: Nurul Arifin Berbicara Jagoan Capres Partai Golkar

"Saya tidak setuju dengan @CDCgov yang memberikan aturan yang keras dan cenderung berbiaya tinggi, dalam pembukaan kembali kegiatan sekolah. Mereka ingin sekolah buka. Tapi, pedoman pembukaan kembali kegiatan sekolah yang mereka susun, sangat tidak praktis,"ungkap Trump. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co