GenPI.co - Pesiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankan agar tim riset untuk mengetahui apakah pasien covid-19 dapat disembuhkan dengan suntikan cairan disinfektan ke dalam tubuh.
Selain itu, Trump juga menyarankan agar sinar ultraviolet dipancarkan langsung ke tubuh pasien. Namun, saran Trum langsung mendapat kecaman dari pekerja medis.
BACA JUGA: Hasil Survei: 2,7 Juta Warga AS Terkena Virus Corona
Dalam rapat bersama Tim Penanganan virus Corona di Gedung Putih pada Kamis (23/4), seorang pejabat AS menjabarkan hasil riset pemerintah yang mengindikasikan virus Corona terlihat melemah jika terpapar cahaya matahari dan suhu udara yang hangat.
Riset tersebut juga menunjukkan cairan pemutih dapat membunuh virus dalam ludah atau cairan pernafasan lainnya dalam waktu lima menit. Alkohol isopropyl bahkan dapat mematikannya dengan lebih cepat.
Trump lalu menyarankan agar riset tersebut didalami lebih lanjut, meski dia juga mencatat bahwa riset tersebut perlu ditelaah dengan hati-hati.
"Jadi, sepertinya kita bisa menyinari tubuh dengan banyak sinar ultraviolet, atau sinar kuat lainnya," kata Trump kepada tim peneliti dilansir Thesun.
"Lalu saya mengatakan, kita bisa menyinari bagian dalam tubuh, yang bisa Anda lakukan lewat penyinaran kulit atau cara-cara lainnya. Saya rasa Anda juga bilang Anda akan menguji hal itu. Kedengarannya menarik," lanjut Trump.
"Saya lihat dari hasil riset cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. Adakah cara sehingga kita bisa mengujinya, seperti menyuntik cairan disinfektan atau membersihkan tubuh kita? Saya tertarik melihatnya," kata Trump.
BACA JUGA: Berita Duka, Seorang Rapper Meninggal Dunia Akibat Virus Corona
Trump lalu menoleh lagi ke Dr Birx dan bertanya apakah dia tahu soal pengobatan virus Corona dengan menggunakan "kepanasan dan cahaya."
"Saya pernah dengar itu, tapi bukan untuk mengobati virus Corona," kata Dr Birx.
"Demam adalah tanda yang bagus jika Anda sakit, itu artinya tubuh Anda merespon penyakit. Tapi saya belum pernah melihat pengobatan virus Corona dengan memakai kepanasan atau cahaya."
Trump pun menjawabnya, "Saya pikir kita patut menelitinya,". (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News