Soal Taiwan, Tiongkok Dibuat Puyeng Oleh Negara Kecil Ini...

22 November 2019 20:55

GenPI.co - Tiongkok tidak bisa meremehkan kedekatan hubungan Taiwan dengan Tuvalu, negara pulau di Pasifik Selatan. 

Kini, berbagai cara pun ditempuh oleh Tiongkok, termasuk memberikan berbagai tawaran pembangunan di Tuvalu.

BACA JUGA: Militer Israel dan Iran Saling Serang di Suriah

Menjelang pemilihan ulang Taiwan pada Januari mendatang, Tiongkok memang gencar melakukan kampanye menjauhkan Taiwan dari sekutu-sekutunya. 

Sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat pada 2016, Tiongkok setidaknya telah membuat 7 negara menanggalkan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

BACA JUGA: Aura Prabowo Luar Biasa, Menhan Ghana Sampai Lontarkan Pujian

Contohnya, dalam beberapa bulan terakhir, Kiribati dan Kepulauan Solomon kompak untuk meninggalkan Taiwan dan tunduk kepada one country, two system yang digalang Tiongkok.

Namun tidak demikian dengan Tuvalu. negara kecil berpenduduk 11 ribu jiwa tersebut langsung menolak mentah-mentah rayuan Tiongkok.

BACA JUGA: Karier Mulan Jameela Tidak Akan Mulus, Ahmad Dhani Tokcer...

Dalam wawancara dengan Reuters, Menteri Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe mengungkapkan bahwa negaranya telah menolak tawaran dari perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk membangun pulau-pulau buatan dengan teknik reklamasi. 

Padahal, Vanuatu membutuhkan reklamasi untuk mengatasi persoalan permukaan laut yang sedang membayangi pulau kecil di Pasifik Selatan itu.

BACA JUGA: Vanessa Angel Blak-blakan: Bukan Rp 80 Juta, Sekarang Sudah Naik

Proposal Tiongkok tersebut dipandang sebagai pendekatan untuk merusak hubungan diplomatik Tuvalu dengan Taiwan. 

Alih-alih menerima bantuan, Tuvalu justru menyatakan secara eksplisit dukungannya terhadap Taiwan.

BACA JUGA: Tren Wanita Bergigi Hitam, Jadi Standar Kecantikan di Jepang

"Hubungan diplomatik Tuvalu dan Taiwan adalah yang terkuat dari yang pernah ada," kata Kofe seraya mengatakan Tuvalu bersama Kepulauan Marshall, Palau, dan Nauru akan berkolaborasi melawan pengaruh Tiongkok.

Diungkapkan oleh Kofe, keputusan Kiribati untuk meninggalkan Taiwan karena dibujuk oleh Tiongkok dengan iming-iming pesawat terbang. 

BACA JUGA: 4 Zodiak Penuh Gairah, Nomor 3 Sangat Membara

Sedangkan Kepulauan Solomon dirayu dengan dana pembangunan.

Sementara itu, menurut Kofe, pendekatan yang dilakukan oleh Tiongkok kepada Tuvalu adalah dengan menggunakan perusahaan-perusahaannya. 

Mereka mendekati komunitas lokal dan mencari celah dengan mendukung rencana pemerintah untuk membangun pulau reklamasi senilai USD 400 juta atau setara dengan Rp 5,6 triliun.

BACA JUGA: Pesona Luna Maya Perlahan Bersinar: Dunia Hiburan Memang Kejam

"Kami mendengar banyak informasi tentang utang, Tiongkok membeli pulau-pulau kami, dan kami melihat pendirian pangkalan militer di wilayah kami. Itu adalah hal-hal yang memprihatinkan," ujar Kofe.

Upaya Tiongkok untuk memperluas pengaruhnya di Pasifik tidak hanya membuat Taiwan khawatir. 

BACA JUGA: Di Hotel Mewah Pantai Anyer, Sosok Misterius Membangunkan Tidurku

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh AS, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

AS bahkan tengah menjajaki proposal yang dilakukan Tiongkok, yaitu untuk membantu membangun pelabuhan di Provinsi Malaita, Solomon dengan imbalan dapat berpatroli di wilayah tersebut.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Tommy Ardyan

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co