Mengenal Asal-usul Fanta, Benarkah Terbuat dari Sisa Makanan?

16 November 2019 20:20

GenPI.co - Minuman aneka rasa berkarbonasi Fanta ternyata diciptakan dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa makanan di Jerman. Itu terjadi setelah pabrik Coca Cola di Jerman mengalami kesulitan mendapatkan bahan dari Amerika Serikat.

Pada dekade 1930-an Coca Cola memasuki pasar Jerman dan mendirikan pabrik mereka sendiri disana. Ini terjadi setelah pada tahun sebelumnya, Coca Cola berhasil mendapatkan kepopularan luar biasa dan menjadi sponsor Olimpiade Musim Dingin di Amsterdam.

Untuk seluruh pabriknya di 27 negara, Coca Cola Amerika Serikat hanya menyediakan perasa dari resep rahasia Coke. Sedangkan air gula dan botol disiapkan di masing-masing negara, termasuk pada pabrik mereka di Jerman, negara yang sedang dikuasai Partai Nazi. 

Coca Cola mendapatkan ketenaran, bahkan di antara para anggota dan petinggi partai Nazi. Bahkan Coca Cola kembali mendukung Olimpiade Musim Dingin yang kali ini dilaksanakan di Berlin pada tahun 1936.

BACA JUGA : Ekstrem Banget, Bahan Baku Minuman Ini Kotoran Gajah

Tetapi masalah datang, saat Nazi memicu Perang Dunia Kedua dan Amerika Serikat menjatuhkan embargo kepada Jerman. Pabrik pusat Coca Cola di Amerika Serikat tidak bisa mengirimkan bahan perasa ke pabrik Coca Cola Jerman, sehingga membuat pabrik di Jerman kewalahan. 

Coca Cola Jerman mencari akal untuk dapat memproduksi minuman segar tanpa bahan perisa dari Amerika Serikat. Mereka akhirnya menemukan bahan perisa yang memberi rasa pada minuman dari tempat tak terduga, bahan sisa produksi pabrik lain.

Coca Cola Jerman memanfaatkan ampas buah-buahan dan air dadih sisa pembuatan keju, untuk memberi rasa pada minuman mereka. Hasilnya adalah sebuah minuman bersoda dengan warna krem yang tembus pandang. 

Mereka menamainya 'Fanta' setelah berusaha mencari nama sampai berfantasi kemana-mana. Coca Cola versi Jerman ini meledak di Jerman, sebagian karena rasanya dan pada saat itu orang Jerman tidak memiliki banyak pilihan minuman.

Kepopulerannya membuat Fanta dibolehkan dengan memakai banyak gula yang pada saat itu sangat terbatas di Jerman. Ini menjadikan minuman segar paling manis di pasaran.

BACA JUGA : Coca Cola Luncurkan Minuman Berperisa AHA, Kapan Masuk Indonesia?

Saking populernya, Fanta dijadikan bahan yang ditambahkan ke masakan sup atau rebusan. Kepopulerannya pun baru berhenti saat tentara sekutu berhasil masuk ke Jerman dan menutup pabrik tersebut. Nama 'Fanta' diserahkan kepada kantor pusat Coca Cola di Amerika Serikat.

Pada tahun 1955, Fanta muncul kembali sebagai produk rebrand Fanta Orange di Italia. Coca Cola berusaha menggunakan kepopuleran Fanta di Eropa, tetapi tetap menjaga jarak dengan Jerman dan Nazi. 

Berbeda dengan Fanta yang menggunakan bahan sisa, Fanta Orange diproduksi memakai bahan jeruk segar asli Italia yang menghasilkan minuman dengan warna kuning terang, nyaris seperti yang kita kenal sekarang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Landy Primasiwi Reporter: Robby Sunata

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co