GenPI.co - Mediator internasional mengadakan pembicaraan gencatan senjata baru pada hari Kamis yang bertujuan untuk menghentikan perang Israel-Hamas dan mengamankan pembebasan sejumlah sandera.
Dilansir AP News, kesepakatan potensial dilihat sebagai harapan terbaik untuk mencegah konflik regional yang lebih besar.
Juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menyebut perundingan itu sebagai langkah penting dan mengatakan perundingan itu diperkirakan berlangsung hingga Jumat.
Ia mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan mengingat rumitnya perjanjian itu dan bahwa para negosiator sedang berfokus pada penerapannya.
Gencatan senjata di Gaza kemungkinan akan meredakan ketegangan di seluruh wilayah.
Para diplomat berharap hal itu akan meyakinkan Iran dan Hizbullah Lebanon untuk menunda pembalasan atas tewasnya seorang komandan tinggi Hizbullah dalam serangan udara Israel di Beirut dan tewasnya pemimpin politik Hamas dalam sebuah ledakan di Teheran.
Kirby mengatakan bahwa Iran telah melakukan persiapan dan dapat segera menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, dan retorikanya harus ditanggapi dengan serius.
Seorang pejabat AS yang mendapat penjelasan singkat mengenai pembicaraan hari Kamis di Doha menyebut diskusi itu "konstruktif."
Pejabat tersebut, yang tidak berwenang memberikan komentar kepada publik dan berbicara dengan syarat anonim, mengatakan para mediator melanjutkan pembicaraan mereka pada hari Jumat.
Kedua belah pihak pada prinsipnya menyetujui rencana tersebut, yang diumumkan Presiden Joe Biden pada tanggal 31 Mei.
Namun, Hamas telah mengusulkan amandemen dan Israel telah mengusulkan klarifikasi, yang menyebabkan masing-masing pihak menuduh pihak lain mengajukan tuntutan baru yang tidak dapat diterimanya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News