GenPI.co - Setelah tiga hari terpanas di Bumi yang pernah tercatat, PBB menyerukan serangkaian upaya untuk mencoba mengurangi jumlah korban manusia akibat suhu yang membumbung tinggi dan menyengat, dengan menyebutnya sebagai wabah panas ekstrem.
"Jika ada satu hal yang menyatukan dunia kita yang terpecah belah, itu adalah bahwa kita semua semakin merasakan panasnya," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Kamis dalam sebuah konferensi pers.
Dilansir AP News, ia menyoroti bahwa hari Senin adalah hari terpanas yang pernah tercatat, melampaui rekor yang ditetapkan sehari sebelumnya.
"Bumi menjadi makin panas dan makin berbahaya bagi semua orang, di mana pun."
Hampir setengah juta orang meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia akibat kematian akibat cuaca panas, jauh lebih banyak daripada cuaca ekstrem lainnya seperti badai, dan ini mungkin merupakan perkiraan yang terlalu rendah, menurut laporan baru oleh 10 badan PBB.
“Miliaran orang menghadapi epidemi panas ekstrem, gelombang panas yang makin mematikan, dengan suhu mencapai 50 derajat Celsius di seluruh dunia,” kata Guterres.
“Itu sama dengan 122 derajat Fahrenheit dan setengahnya mendidih.”
Peringatan mengerikan itu datang setelah jeda yang hampir tidak terasa dalam rekor suhu panas global yang terjadi berturut-turut.
Layanan iklim Eropa Copernicus menghitung bahwa suhu rata-rata global pada hari Selasa adalah 0,01 derajat Celsius (0,01 derajat Fahrenheit).
Hal itu lebih rendah dari suhu tertinggi sepanjang masa pada hari Senin sebesar 17,16 derajat Celsius (62,8 derajat Fahrenheit), yang mana 0,06 derajat Celsius lebih panas (0,1 derajat Fahrenheit) daripada hari Minggu.
Ketiga hari tersebut lebih panas dari hari terpanas Bumi sebelumnya pada tahun 2023.
“Kami tidak siap,” kata laporan PBB.
Guterres mendesak negara-negara di dunia untuk mengadopsi beberapa proposal yang ditujukan untuk mengurangi kematian akibat panas.
Dimulai dengan bantuan untuk mendinginkan dan merawat orang-orang yang paling rentan, orang miskin, lanjut usia, muda dan sakit.
PBB juga menyerukan peringatan gelombang panas yang lebih baik, perluasan "pendinginan pasif", peningkatan desain perkotaan, perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja luar, serta upaya yang lebih besar untuk mengatasi perubahan iklim akibat manusia yang memperburuk cuaca ekstrem. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News