GenPI.co - Program Hardtalk BBC yang menampilkan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda menarik untuk dicermati. Di kesempatan itu audiens disuguhi bagaimana tokoh separatis yang kini bermukim di Inggris ini melihat apa yang yang terjadi di Papua.
Dalam wawancara yang dipandu oleh Stephen Sackur itu, Benny Wenda mengabaikan upaya pemerintah Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo yang tengah membangun infrastruktur di provinsi itu.
Baca juga:
Benny Wenda Gelagapan Soal Pembunuhan 19 Pekerja di Papua
Benny Wenda Beberkan Visi di Hardtalk, Pewawancara Bingung
“Ya, beberapa presiden Indonesia mengununjungi Papua dari waktu ke waktu. Tidak ada yang berubah. Anda (pemerintah Indonesia) tidak bisa membangun Papua Barat, membangun jembatan, tetapi orang-orangnya Anda bunuh. Siapa yang menikmati pembangunan itu ketika orang-orang sudah terbunuh?” beber Benny Wenda.
Benny Wenda mengakui bahwa pemerintah saat ini memerangi kemiskinan di Papua dengan membangun kawasan itu. Namun, ia menegaskan, bukan itu yang diinginkan orang-orang Papua.
“Kami lebih menginginkan referendum dan sehingga orang-orang Papua dapat hidup dalam harmoni di tanah kami sendiri. Itu yang kami mau,” katanya.
Menanggapi pernyataan itu, Stephen Sackur justru melihatnya sebagai sebuah dilema. “Mana yang lebih penting bagi orang Papua, merasakan pembangunan atau merdeka dan memiliki pandangan politik Anda sendiri?” tanya Sackur.
Sebab, lanjut Stephen, yang terlihat adalah kemiskinan terjadi di Papua dengan kasus malanutrisi yang meningkat. Karena itu, menurutnya, Papua membutuhkan pembangunan dan itu yang tengah pemerintah Indonesia lakukan saat ini.
Video populer saat ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News