GenPI.co - Korea Selatan dikabarkan mengirim pesawat tak berawak atau drone melintasi perbatasan ke Korea Utara untuk pertama kalinya pada Senin, (26/12).
Langkah militer yang belum pernah terjadi sebelumnya dilakukan setelah rezim Kim Jong Un mengirim lima kendaraan udara tak berawak ke wilayah udaranya.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea, Selasa (27/12) pengiriman drone itu terjadi ketika Kim Jong Un membuka pertemuan politik besar.
Pertemuan itu untuk menetapkan kebijakan keamanan, ekonomi dan politik untuk tahun mendatang.
Dia telah menghabiskan tahun lalu untuk meningkatkan persenjataan atomnya, tidak menunjukkan minat untuk kembali ke pembicaraan perlucutan senjata nuklir yang telah terhenti selama tiga tahun.
Sementara itu, Korea Utara juga diketahui mengirim lima drone melintasi perbatasan pada hari Senin, pertama kali dalam lebih dari lima tahun.
Kepala staf gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan, drone pertama melintasi perbatasan pada pukul 10:25 dan kembali setelah terbang sekitar tiga jam.
Empat lagi terdeteksi Senin sore dan kemudian menghilang dari radar.
Kantor Berita Yonhap mengatakan seseorang mungkin datang ke daerah Seoul untuk mengambil foto kantor kepresidenan.
Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya menanggapi dengan mengacak jet tempur dan helikopter militer.
Media lokal termasuk Yonhap mengatakan sekitar 100 tembakan ditembakkan ke pesawat tak berawak Korea Utara yang memasuki wilayah udaranya di dekat pulau pesisir barat.
Korea Selatan kemudian mengerahkan aset pengintaian berawak dan tak berawak ke daerah yang dekat dengan perbatasan dan masuk ke Korea Utara.
“Pengintaian dilakukan untuk memotret fasilitas militer,” kata JCS dalam sebuah pernyataan.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi Korea Selatan selama setahun terakhir untuk menanggapi provokasi Korea Utara dengan manuver serupa.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News