GenPI.co - Amerika Serikat pada hari Jumat (9/12) menyalakan alarm atas kemitraan pertahanan skala penuh antara Rusia dan Iran.
Pama Sam menggambarkan kerja sama itu berbahaya bagi Ukraina, tetangga Iran, dan dunia.
Iran dituduh oleh kekuatan Barat memasok drone ke Rusia untuk perangnya melawan Ukraina dan mencari keuntungan dalam konflik berdarah tersebut.
Washington menggambarkan hubungan Iran-Rusia yang luas dan melibatkan helikopter dan jet tempur serta drone akan berimbas pada sanksi baru AS.
"Rusia berusaha untuk berkolaborasi dengan Iran di bidang-bidang seperti pengembangan senjata, pelatihan," kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan.
Dia mengatakan, Moskow menawarkan Iran tingkat dukungan militer dan teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hal tersebut menurutnya mengubah hubungan kedua negara itu menjadi kemitraan pertahanan yang matang.
“Kami juga telah melihat laporan bahwa Moskow dan Teheran sedang mempertimbangkan pembentukan jalur produksi bersama untuk drone mematikan di Rusia. Kami mendesak Iran untuk berbalik arah (dan) tidak mengambil langkah-langkah ini,” tegas Kirby.
Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan sanksi kepada tiga entitas yang berbasis di Rusia yang aktif dalam akuisisi dan penggunaan drone Iran.
Sanksi tersebut menargetkan Angkatan Udara Rusia, Pusat Penerbangan Tak Berawak Negara ke-924, dan Komando Penerbangan Transportasi Militer.
"Amerika Serikat akan terus menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mengganggu transfer ini dan memberikan konsekuensi pada mereka yang terlibat dalam kegiatan ini," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan tentang sanksi tersebut.
Bulan lalu, Teheran mengakui telah mengirim drone ke Rusia, tetapi bersikeras bahwa mereka dipasok sebelum invasi ke Ukraina.
Kirby mengatakan Amerika Serikat juga khawatir bahwa Rusia "bermaksud untuk memberi Iran komponen militer canggih," termasuk helikopter dan sistem pertahanan udara.
Pilot Iran dilaporkan telah belajar untuk menerbangkan pesawat tempur canggih Sukhoi Su-35 di Rusia, dan Teheran dapat menerima pesawat tersebut dalam tahun depan, yang akan secara signifikan memperkuat angkatan udara Iran relatif terhadap tetangga regionalnya.
“Amerika Serikat juga percaya bahwa Iran sedang mempertimbangkan penjualan atusan rudal balistik" ke Rusia, katanya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News