GenPI.co - Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang harus meningkatkan kewaspadaan menyusul penemuan dua kasus cacar monyet di Tokyo.
Hal tersebut dikatakan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi di Tokyo, Senin (1/8).
“Menurut saya itu (cacar monyet) lebih parah akibatnya, saya kira masyarakat kita harus lebih cermat menyikapi lingkungannya,” kata dia.
Heri melanjutkan, dampak yang ditimbulkan penyakit itu menjadi alasan agar WNI di Jepang meningkatkan kehati-hatian.
“Itu lebih berat akibatnya, tetapi cara penyebarannya berbeda tidak seperti flu atau Covid-19,” katanya.
Sebelumnya, otoritas Jepang merilis dua kasus cacar monyet pada pekan lalu.
Kasus pertama diumumkan pada Senin (24/7) yang menimpa pada seorang berusia 30 tahun setelah dia pulang dari Eropa.
Kemudian pada Kamis (28/7), ditemukan kasus cacar monyet pada seseorang yang baru kembali dari Amerika Tengah dan Utara.
Kedua penderita itu mengalami sejumlah gejala seperti radang mulut, sakit kepala dan nyeri otot, namun berada dalam kondisi stabil.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus cacar monyet kini telah berjumlah 16.000 kasus dan dilaporkan dari 75 negara.
Sejauh ini terdapat lima orang meninggal dunia.(ANT)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News