GenPI.co - Maduhansi Hasinthara namanya, bidadari Sri Lanka berparas cantik alami yang turut keramaian masyarakat berbondong-bondong memenuhi Istana Presiden di Kolombo.
Bangunan mewah itu dikuasai masyarakat seusai seusai Presiden Gotabaya Rajapaksa kabur ke luar negeri.
Di tempat kediaman Presiden itu, Hasinthara mengeklik beberapa foto dan diunggah ke akun media sosial Facebook.
Terlepas dari protes, foto-foto itu terlihat seperti Hasinthara mengunjungi istana kepresidenan seperti turis.
Foto-foto itu dibagikannya sendiri di akun Facebook-nya pada 12 Juli dan mendapatkan daya tarik di media sosial.
"Di President's House, Kolombo," demikian bunyi keterangan foto tersebut.
Sebanyak 26 foto yang diposting Hasinthara di Facebook menunjukkan dirinya di tempat tidur, di kursi dan sofa, di samping mobil, dan di halaman.
Postingan tersebut telah menerima lebih dari 20 ribu suka dan ribuan komentar. Lebih dari 8 ribu pengguna telah membagikan ulang postingan tersebut di Facebook.
Beberapa netizen menganggap foto-foto itu tidak pantas dan Hasinthara itu di bagian komentar posting.
Para haters mengatakan Hasinthara tidak punya malu saat menggambarkan dirinya di tengah krisis suatu negara.
Sri Lanka jatuh ke dalam krisis ekonomi karena salah urus pemerintah berturut-turut.
Sektor pariwisata negara itu - salah satu penghasil pendapatan terbesar bagi perekonomian - telah terkena dampak keras oleh ledakan bom berantai 2019 di Kolombo.
Pandemi Covid-19 yang memukul dunia secara keseluruhan makin memperburuk keadaan Sri Lanka.
Sri Lanka mengalami krisis ekonomi terburuk dalam 70 tahun, dengan kekurangan pangan dan bahan bakar yang akut, pemadaman listrik yang berkepanjangan dan lonjakan harga.
Presiden Gotabaya Rajapaksa telah melarikan diri ke Maladewa dan keadaan darurat telah diberlakukan oleh Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News