GenPI.co - Negara bagian texas, Amerika Serikat, kembali diguncang teror penembakan di sebuah area bioskop yang ramai pada akhir pekan lalu. Pihak kepolisian setempat menolak memberitahu nama teroris yang menewaskan 7 orang tersebut.
“Saya menolak menyebut namanya,” ujar Kepala Polisi Kota Odessa Michael Gerke saat konferensi pers pada hari Minggu (1/9). Dilansir dari New York Post, Gerke mengatakan “Saya tidak akan memberikannya kepopuleran atas apa yang dia lakukan.”
Aksi teror yang dilakukan oleh orang kulit putih kerap mendapatkan pujian dari para penganut paham supremasi kulit putih. Peristiwa-peristiwa seperti itu dikatakan malah memberi ilham bagi mereka untuk melakukan teror sejenis.
Baca juga:
Akun Twitternya Diretas, Pendiri Twitter Salahkan Provider Web
Jack Ma: Kerja 12 Jam Seminggu Akan Jadi Hal Biasa
Salah satunya adalah pelaku aksi teror di kota Christchurch Selandia Baru. Oleh para pendukung supremasi kulit putih, ia dianggap sebagai pahlawan. Sementara pelaku penembakan di El Paso, Texas, mengaku mendapatkan inspirasi dari kejadian di Christchurch. Kemudian pelaku aksi teror di Norwegia mengaku terinspirasi oleh kejadian di Christchurch dan El Paso.
Gerke hanya menegaskan bahwa pelaku penembakan adalah pria kulit putih berusia sekitar 30-an tahun yang membawa senjata serbu ringan semi-otomatis. Ia diceritakan sendirian dalam melakukan aksi terornya.
Namun Gerke belum mengetahui motif di belakang kejadian karena tersangka tidak dapat diwawancarai lantaran sudah tewas tertembus peluru aparat. Meski begitu, kepolisian Odessa meyakini bahwa si pelaku merencanakan aksi yang besar dengan menembak mati lebih banyak orang jika tidak segera dihabisi oleh polisi.
“Kenapa pergi ke bioskop bila tidak berencana hendak menonton film? Pada Sabtu sore di Odessa, Texas, Bioskop adalah salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi.” Pungkas Gerke.
Simak video berikut ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News