GenPI.co - Komite terpilih DPR AS yang menyelidiki serangan Capitol akan mengungkap bukti baru yang membuat Mantan Presiden Donald Trump makin tersudut.
Bukti tersebut dijadwalkan dibeber pada sidang perdana mendengarkan pendapat publik yang akan berlangsung pada Kamis (9/6).
Menurut sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan, bukti tersebut menunjukkan Donald Trump dan para pembantunya bertindak dengan niat korup untuk menghentikan sertifikasi Joe Biden.
“Panel bermaksud menggunakan audiensi sebagai metode utamanya untuk mengungkap potensi kejahatan oleh Trump ketika ia berusaha untuk membatalkan hasil pemilihan 2020,” kata sumber itu dilansir dari The Guardian, Selasa (7/6).
Sumber itu lebih lanjut menyebutkan bahwa panel tersebut memiliki 2 ambisi. Pertama, menyajikan dasar untuk menuduh Trump melanggar hukum.
Kedua, menempatkan serangan Capitol dalam konteks yang lebih luas dari upaya untuk membatalkan pemilihan, dengan keterlibatan mantan presiden sebagai benang merah.
“Pada intinya, audiensi tersebut adalah tentang menyaring ribuan komunikasi antara para pembantu penting Gedung Putih Trump dan operator di luar pemerintahan dan kampanye Trump menjadi narasi yang menarik tentang peristiwa 6 Januari,” lanjut sumber itu.
Komite terpilih bermaksud agar penasihat investigasi seniornya mengungkapkan catatan, foto, dan video rahasia Gedung Putih sebelumnya yang akan disajikan, secara real time, untuk secara gamblang menggambarkan kesaksian saksi langsung.
Norman Ornstein, seorang ilmuwan politik dan sarjana emeritus di lembaga pemikir konservatif American Enterprise Institute, berkomentar mengenai audiensi tersebut.
“(Sidang itu) penting untuk menyentak publik Amerika untuk menyadari betapa ancaman langsung yang kami datang dari tingkat tertinggi pemerintahan untuk secara tidak sah mengangkat seorang presiden yang kalah,” ucap dia.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News