GenPI.co - Anggota DPD RI Fahira Idris mengutuk kekejaman Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Belum lama ini, bentrok antara polisi Israel dan warga Palestina pecah di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Hal tersebut menyebabkan 170 orang terluka dan mayoritas berasal dari warga Palestina.
“Artinya Israel tidak peduli apa kata dunia tentang kekejaman dan politik apartheid mereka terhadap warga Palestina,” kata Fahira saat dihubungi, Senin (18/4).
Dia mengatakan, harus ada tindakan yang nyata untuk menghentikan sikap brutal dan arogan tersebut.
“Harus ada aksi nyata terhadap kekejaman Israel yang terus menerus melakukan kejahatan kemanusian dan menginjak-injak kesucian situs umat Islam,” ujarnya.
Senator Jakarta ini mengungkapkan negara-negara Arab seharusnya telah menormalisasi hubungan dengan Israel.
Dia meminta negara Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko bersikap tegas terhadap arogansi dan tindakan brutal Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa.
“Harusnya normalisasi hubungan ini membuat Israel lebih menghormati kesucian bulan Ramadan dan situs tersuci ketiga umat Islam ini,” ucapnya.
Menurut Fahira, negara-negara Arab yang sudah menormalisasi hubungan dengan Israel perlu melakukan tindakan nyata, bukan sekadar mengeluarkan kecaman.
“Dunia seperti tidak berdaya karena hanya menyaksikan penjajahan zionis dan Israel yang menerapkan sistem apartheid atas rakyat Palestina dan setiap saat mempertontonkan pelanggaran HAM,” tuturnya.
Menurutnya, harus ada sanksi yang nyata untuk rezim zionis dan pendukung internasionalnya.
“Karena mereka bertanggung jawab atas konsekuensi kejahatan kemanusiaan atas rakyat Palestina,” katanya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News