GenPI.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengaku tidak memprediksi dampak invasi Rusia terhadap Ukraina yang bakal terjadi di Indonesia.
Seperti diketahui, invasi tersebut menyebabkan sejumlah harga komoditas di Indonesia mengalami kenaikan, salah satunya minyak goreng.
"Kesalahan utama saya, tidak bisa memprediksi akan terjadi invasi tersebut," ujar Mendag Lutfi pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, dikutip dari JPNN.com, Minggu (20/3/2022).
Eks dubes Indonesia untuk Amerika serikat juga menyebutkan Rusia dan Ukraina adalah penghasil minyak biji bunga matahari (sunflower oil).
Sehingga, invasi tersebut menyebabkan negara beralih ke minyak sawit dan harga minyak loncat dari Rp 14.600 pada awal Februari 2022 menjadi Rp 18 ribu.
"Nah sekarang sudah turun sedikit, tetapi pada dasarnya naik karena memang mekanisme pasar," ungkap dia.
Mendag Lutfi turut memastikan pihaknya telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng.
Indonesia memutuskan untuk mengembalikan harga minyak goreng ke mekanisme keekonomian.
Menurut dia, langkah ini dilakukan sudah sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 16 Maret 2022 menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 11/2022 yang mencabut ketentuan HET Permendag No 06/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng," tuturnya.(mcr28/jpnn)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News