GenPI.co - Kondisi New York dan Washington DC mencekam oleh sadis aksi pembunuh berantai yang diduga menargetkan para tunawisma di dua kota itu.
Serangkaian pembunuhan yang terjadi telah mendorong gubernur kedua kota tersebut untuk memperingatkan para tunawisma agar mencari perlindungan.
Pria bersenjata disebut menembak tunawisma yang sedang tidur telah menyebabkan dua orang tewas dan tiga lainnya terluka.
Walikota New York Eric Adams dan Walikota DC Muriel Bowser menyebut pria bersenjata itu sebagai "pembunuh berdarah dingin" yang berkeliaran.
“Komunitas kami di DC dan New York City patah hati dan terganggu oleh kejahatan keji ini di mana seseorang telah menargetkan beberapa penduduk kami yang paling rentan,” kata keduanya dalam sebuah pernyataan bersama, Senin (14/3).
Mereka juga mengatakan bahwa kerja sama penuh sedang diberikan kepada pihak berwenang.
“Kami meminta semua orang di kota kami untuk melihat gambar tersangka dan melaporkan setiap informasi yang salah, betapapun kecilnya, itu mungkin berguna, ” kata Adams dan Bowser.
Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan atas rilis Departemen Kepolisian Metropolitan terkait kasus itu.
Polisi mengatakan, pria bersenjata itu sedang dicari dalam setidaknya lima insiden penembakan yang melibatkan korban tunawisma di DC dan Big Apple.
Polisi juga memberikan kronologi dari lima insiden penembakan tersebut.
Korban terakhir adalah seorang pria berusia 43 tahun tak dikenal di daerah Tribeca Manhattan. Mayatnya ditemukan pada Minggu (13/3) malam, kata polisi.
Polisi juga mengedarkan foto tersangka dalam rilisnya dan menawarkan hadiah hingga USD 25.000 kepada siapa saja yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News