Angin Segar dari Spanyol Bikin Daya Tempur Ukraina Makin Dahsyat

03 Maret 2022 08:25

GenPI.co - Ukraina mendapatkan angin segar dari Spanyol berupa kiriman ribuan persenjataan ofensif yang akan tiba pada Jumat (4/3) besok.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles pada Rabu(2/3) malam mengatakan, paket persenjataan itu untuk membantu negeri keranjang roti Eropa itu untuk mengusir Rusia.

"Dalam pengiriman pertama melalui dua pesawat, kami berharap untuk mengirim 1.370 peluncur granat anti-tank, 700.000 senapan dan senapan mesin, dan senapan mesin ringan," kata Robles dalam sebuah wawancara dengan televisi Antena3.

BACA JUGA:  Kelompok Perang Ukraina Bergerak, Rusia Dirusak dari Dalam

Dia mengatakan dua pesawat angkatan udara akan menerbangkan material tersebut ke lokasi di Polandia dekat perbatasan, di mana pejabat Ukraina akan mengambilnya.

"Ini sangat penting karena (peralatan) memungkinkan pertahanan yang sangat individual yang dapat digunakan bahkan oleh orang-orang yang tidak memiliki banyak pengalaman menggunakan senjata," tambahnya.

BACA JUGA:  Prajurit Rusia di Ukraina: Menangis dan Tolak Perintah Komandan

Sebelumnya, Spanyol direncanakan untuk mengirimkan bantuan melalui program pasokan bersama Uni Eropa.

Sementara itu,  PBB pada Rabu mencatat hampir 230 kematian warga sipil di Ukraina, termasuk 15 anak-anak, sejak invasi skala penuh Rusia dimulai.

BACA JUGA:  Menlu Rusia Bikin Cemas, Sebut Soal Perang Dunia 3 dan Nuklir

Badan itu memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Kantor hak asasi PBB, OHCHR, mengatakan telah mencatat 752 korban sipil di Ukraina, termasuk 227 orang tewas dan 525 orang terluka, antara 24 Februari, ketika Rusia menyerbu, dan Selasa tengah malam.

"OHCHR percaya bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Badan hak asasi PBB iru  mengatakan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan udara.

Jumlah tersebut dikatakan lebih dari totalkorban sipil yang dicatat oleh OHCHR di zona konflik Ukraina timur" dari 2012 hingga 2018.

Kementerian Kesehatan Ukraina sendiri pad pada Minggu (28/2) melaporkan 352 kematian warga sipil, dan pada Selasa (1/3) menyebutkan bahwa 16 anak telah meninggal.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co