GenPI.co - Pasukan Rusia dikabarkan kehilangan ratusan kendaraan tempur juga personel militer saat militer Ukraina memukul balik dengan keras.
Kabar itu disampaikan Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas dalam sebuah cuitan di Twitter, Jumat (25/2).
Kerugian itu dialami Rusia dalam perang yang terjadi sepanjang malam selama pertempuran di Ukraina
“Rusia telah kehilangan lebih dari 30 tank, sekitar 130 kendaraan lapis baja, 7 pesawat dan 6 helikopter semalam di Ukraina, cuitnya lewat akun @a_anusauskas.
Selain itu, Anusauskas juga membeber korban tewas dari pihak Ukraina dalam perang brutal itu.
“Sayangnya, perjuangan Ukraina mengakibatkan 137 korban jiwa, termasuk 10 perwira. 316 orang terluka,” katanya
Anusauskas juga menambahkan bahwa bantuan dari Lithuania untuk Ukraina sedang dikirimkan.
Meski demikian, para ahli menyebut, kerugian Rusia tidak dapat dikonfirmasi dan tingkat perlawanan Ukraina sejauh ini sulit diukur.
Di Media sosial masyarakat Ukraina, beredar luas gambar sekelompok tentara Rusia yang ditangkap oleh militer Ukraina.
Gambar-gambar mengenai jembatan yang diledakkan di utara Kyiv juga dibagikan berulang kali.
Ada pula video-video yang menunjukkan sebuah pesawat yang melintas di atas langin Kyiv lalu ditembak jatuh, menciptakan bola api yang berpijar di langit malam.
Puing-puing pesawat itu kemudian jatuh di dekat pemukiman warga.
Beberapa mengeklaim itu adah jet tempur Rusia yang berhasil dirontokkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina.
Smentara itu, walikota Lviv memberitahu penduduk kota untuk berlindung saat sirene serangan udara berbunyi di kota.
Kota di Ukraina barat itu sejauh ini sebagian besar terlindung dari pertempuran. Sejumlah besar diplomat Barat pindah ke Lviv dari Kyiv menjelang invasi Rusia.
Alasan sirine itu tidak diketahui, , tetapi Sky News melaporkan bahwa rudal menghantam bandara di Rivne, antara Kyiv dan Lviv.
Di Kyiv, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pemerintah memiliki informasi bahwa "kelompok subversif" merambah kota.
Semenara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Kyiv "mungkin saja dikepung" dalam apa yang diyakini pejabat AS sebagai upaya berani oleh Rusia.
Presiden Vladimir Putin dituding berupaya membongkar pemerintah dan menggantinya dengan rezimnya sendiri.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan kepada anggota parlemen melalui panggilan telepon bahwa pasukan mekanik Rusia yang masuk dari Belarus berada sekitar 20 mil dari Kyiv, menurut seseorang yang mengetahui panggilan tersebut.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News