Kekuatan Taliban di Pakistan Mengerikan, Negara Bisa Kolaps

10 Desember 2021 10:15

GenPI.co - Militan Taliban di Pakistan pada Kamis (9/12) menyatakan diakhirinya gencatan senjata dengan pasukan pemerintah selama sebulan.

Gencatan yang diatur dengan bantuan Taliban Afghanistan gagal karena para militan  menuduh pemerintah melanggar persyaratan termasuk perjanjian pembebasan tahanan dan pembentukan komite negosiasi.

Taliban Pakistan, atau Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), adalah gerakan terpisah dari Taliban Afghanistan.

BACA JUGA:  Covid-19 Mengamuk Lagi, Sydney, Australia dalam Bahaya

Kelompok ini telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menggulingkan pemerintah di Islamabad dan memerintah dengan hukum Syariah Islam mereka sendiri.

Gencatan senjata bulan lalu, adalah yang terbaru dari serangkaian upaya untuk menengahi penyelesaian untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan orang.

BACA JUGA:  Peringatan Penting WHO Terkait Varian Omicron, Harap Disimak

Penggulingan pemerintah yang didukung Barat  oleh Taliban Afghanistan dari pemerintah yang pada bulan Agustus memberikan dorongan pembicaraan antara TTP dengan Pemerintah Pakistan

Akan  tetapi TTP menuduh Islamabad gagal untuk menghormati perjanjian gencatan senjata.

BACA JUGA:  Negosiasi Nuklir Terancam Gagal, Joe Biden akan Kejutkan Iran

Dikatakan,  pemerintah belum membebaskan lebih dari 100 tahanan seperti yang dijanjikan dan belum menunjuk tim perunding untuk melakukan pembicaraan. 

TTP juga menuding pasukan keamanan telah melakukan penggerebekan saat gencatan senjata berlaku.

"Sekarang biarkan rakyat Pakistan memutuskan apakah TTP atau tentara dan pemerintah Pakistan yang tidak mematuhi kesepakatan?" kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

TTP mengatakan dalam  keadaan seperti ini tidak mungkin untuk memajukan gencatan senjata.

TTP terkenal di Barat karena menyerang Malala Yousafzai, siswi yang kemudian memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya mempromosikan pendidikan anak perempuan.

Kelompok ini juga telah membunuh ribuan personel militer dan warga sipil selama bertahun-tahun dalam pemboman dan serangan bunuh diri.

Salah satu serangannya yang masif terjadi pada  2014 di sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshawar, dekat perbatasan dengan Afghanistan, yang menewaskan 149 orang termasuk 132 anak-anak.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co