GenPI.co - Saat ini, formasi jet siluman China diyakini bakal sulit dipatahkan. Formasi perang yang ada bisa bikin gemetaran.
Ada kolaborasi jet tempur siluman J-20 dengan 4 drone yang sangat solid.
Saat mengudara, musuh dipastikan bakal sulit menjangkaunya. Amerika yang menjadi pesaing utamanya ikut mengakui ini.
Bayangan militer AS, dalam pertempuran nyata, formasi perang China tadi akan tetap berada di luar jangkauan musuh.
Drone China disebut bisa leluasa terbang untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan peperangan elektronik.
"Masa depan adalah era besar untuk pengembangan drone. Kami ingin menggabungkan kendaraan berawak dan tak berawak. Ada tujuan taktis yang dapat dicapai," kata pilot Angkatan Udara China, Liu Qihong, tentang J-20 dalam sebuah wawancara dengan CCTV.
Dia menyebut, Formasi tempur jet siluman dengan empat drone selama misi akan sangat sulit dipatahkan.
Jet siluman China diyakono dapat memiliki area pengawasan yang lebih luas dan rasa bahaya yang lebih jelas.
"Drone dapat mengatasi periode daya tahan yang lama, suhu tinggi, dan banyak kebisingan, yang mungkin menjadi tak tertahankan bagi pilot manusia," lanjut Liu, yang dilansir South China Morning Post, Sabtu (20/11/2021).
Formasi tempur ini disebut-sebut bisa bikin musuh gemetaran. Formasi Mighty Dragon yang ada disebut bakal menyulitkan musuh saat pertempuran udara.
China bukan satu-satunya negara yang secara aktif meneliti dan mempraktikkan kerjasama tim tanpa awak.
Amerika sudah lebih dulu melakukannya pada akhir Oktober 2021. Saat mengudara, formasi tempur Amerika memiliki jangkauan yang sangat luas.
Timothy Heath, pakar keamanan senior dari lembaga think tank AS, Rand Corp, tak menampik ini.
“AS tetap menjadi pengembang utama teknologi semacam itu, dengan konsep Skyborg,” kata Heath.
Skyborg adalah program AS untuk mengembangkan drone untuk menemani pesawat Angkatan Udara AS di medan peran yang diperebutkan.
Prototipe Skyborg memiliki uji terbang uji pertama pada bulan Mei 2021. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News