GenPI.co - Lebih dari 100 orang tewas dan hingga 1.300 orang hilang akibat banjir di Jerman yang dianggap sebagai yang paling buruk yang pernah terjadi di negara itu.
Sedemikian parahnya banjir itu hingga membuat tanah amblas di banyak tempat.
Tim penyelamat tengah berpacu dengan waktu untuk mencoba menyelamatkan ratusan orang dalam bahaya atau masih belum ditemukan.
Bersamaan dengan itu, muncul kekhawatiran akan bencana baru karena badai hujan yang lebih aneh diperkirakan terjadi.
Jerman dan beberapa negara lain yakni Belanda dan Belgia dihantam hujan apokaliptik sejak Kamis (15/7).
Hujan yang menggila membuat air sungai meluber dan mengakibatkan banjir bandang yang membawa kekacauan.
Media Jerman menyebut bencana nasional itu sebagai "banjir kematian" dengan sedikitnya 103 orang tewas sejauh ini di negara bagian North-Rhine Westphalia dan Rhineland Palatinate.
Melansir The Sun, Jumat (16/7), Ahli meteorologi DWD Jerman memperkirakan badai ekstrem lebih lanjut di bagian barat dan tengah Jerman, dengan curah hujan puncak mungkin mencapai 200 liter per meter persegi.
Curah hujan yang tinggi berpotensi untuk menaikkan tinggi air sungai Rhine ke tingkat yang berbahaya.
Orang-orang yang tinggal di bawah waduk Steinbach, selatan Cologne, telah diberitahu untuk untuk mengungsi di tengah peringatan bahwa bendungan itu bisa jebol.
Satu bendungan di dekat perbatasan Belgia, Rurtalsperre, terancam, sementara bendungan lainnya, Steinbachtalsperre, berada di ambang kehancuran
Seluruh komunitas tertimbun reruntuhan setelah sungai yang meluap menyapu kota-kota dan desa-desa.
Sekitar 1.300 orang hilang di distrik Ahrweiler di selatan Cologne, kata pemerintah distrik.
Jaringan telepon seluler telah putus di beberapa daerah yang dilanda banjir, yang berarti bahwa masyarakat tidak bisa menghubungi keluarga mereka
Cuaca yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menciptakan situasi berbahaya di tempat lain di Eropa Barat, membuat ribuan orang terpaksa mengungsi karena rumah runtuh dan mobil tersapu oleh air banjir.
Sedikitnya 15 orang tewas di negara tetangga Belgia, dengan ribuan rumah dievakuasi di Belanda, Luksemburg dan Swiss saat sungai yang mengamuk meluap.
Prancis, Italia, dan Australia telah mengirim tim penyelamat banjir untuk membantu otoritas Belgia yang kewalahan,
Pemerintah wilayah Wallonia negara itu memberikan bantuan darurat €2,5 miliar.
Penduduk yang tinggal di dekat tepi sungai Meuse dan Sambre di Namur, Belgia dan mereka yang berada di kota Liege telah didesak untuk mengungsi karena air terus meningkat.
Polisi telah meminta orang-orang untuk membagikan rekaman dan gambar banjir untuk membantu mereka menemukan orang hilang ketika ratusan tentara dikerahkan untuk membantu pihak berwenang.
Polisi Jerman mengatakan hingga 70 orang hilang di kota Schuld setelah rumah-rumah di sepanjang sungai runtuh.
Di Cologne, seorang wanita berusia 72 tahun dan seorang pria berusia 54 tahun meninggal ketika ruang bawah tanah mereka kebanjiran sementara yang lain tenggelam di ruang bawah tanahnya di Solingen.
Telegraph melaporkan dua petugas pemadam kebakaran Jerman juga tewas selama operasi penyelamatan di kota Altena dan Werdohl Rhine Westphalia Utara,.
Salah seorang petugas itu tenggelam dan satu lagi meninggal karena serangan jantung,
Di Leverkusen, 468 orang dievakuasi dari rumah sakit setelah banjir memutus aliran listrik, menurut Frankfurter Allgemeine Zeitung.
Mengekspresikan kekecewaannya di Twitter, Kanselir Jerman Angela Merkel dalam pernyataan di Twitter terkjut dengan bencana di negaranya yang disebutnya memengaruhi banyak orang,
“Belasungkawa saya sampaikan kepada kerabat yang meninggal dan hilang. Saya berterima kasih kepada banyak penolong yang tak kenal lelah dan layanan darurat dari lubuk hati saya," cuit Merkel
Pemimpin Rhine Westphalia Utara Armin Laschet, yang mencalonkan diri untuk menggantikan Merkel dalam pemilihan September, membatalkan pertemuan partai di Bavaria.
Dia kemudin meninjau kerusakan di negara bagiannya, yaitu salah satu yang terpadat di Jerman.
"Kami akan berdiri di dekat kota-kota dan orang-orang yang terkena dampak," kata Laschet, kepada wartawan di kota Hagen.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News