Aktivis Tewas, Rakyat Palestina Marah, Mahmoud Abbas Ketar-ketir!

26 Juni 2021 01:20

GenPI.co - Ribuan orang turun di jalan-jalan Hebron,  pada hari Jumat (25/6) di pemakaman seorang kritikus Otoritas Palestina yang meninggal dalam tahanan.

Para pengunjuk rasa memprotes dan mendesak berakhirnya kekuasaan 16 tahun Presiden Mahmoud Abbas.

Nizar Banat adalah seorang kritikus terkemuka Palestina yang dikenal karena video di media sosial.

BACA JUGA:  Presiden Joe Biden Bersumpah, ini Soal Ribuan Warga Afghanistan

Dia  meninggal pada hari Kamis (24/6) setelah ditangkap oleh petugas  dinas keamanan Palestina.

Menurut anggota keluarga Banat, mereka menyaksikan dia dipukuli dengan kejam selama delapan menit berturut-turut sebelum petugas menyeretnya pergi.

BACA JUGA:  Akses Gaza masih Dibatasi, Hamas dan Sekutunya Lontarkan Ancaman

“Keluar, keluar, Abbas. Ini adalah suara semua orang,” teriak pengunjuk rasa. 

Bendera hijau dihiasi dengan kaligrafi Arab putih, yang sering dikaitkan dengan kelompok Hamas, menghiasi prosesi tersebut.

BACA JUGA:  Media Israel Sebut Serangan di Fasilitas Nuklir Iran Akibatkan...

Para pendemo menyerukan sligan yang paling terkenal  dari revolusi Arab 2011 yakni “Rakyat ingin menggulingkan rezim!”

Pulihan warga Palestina juga berkumpul setelah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk meneriakkan slogan-slogan anti-Abbas dan pro-Hamas. 

Otoritas Palestina adalah mata-mata [Israel], dari prajurit terendah hingga presiden,” seru massa.

Beberapa lusin warga Palestina lainnya berkumpul di Al-Manara Square di pusat kota Ramallah untuk mengutuk Otoritas Palestina  atas kematian Banat.

Banat, yang meninggal di usia 44 tahun, memiliki halaman Facebook di mana dia mengunggah video yang mengkritik Otoritas Palestina. 

Dia sering menyerang pejabat senior di Ramallah atas tuduhan korupsi dan komitmen mereka untuk kerjasama keamanan dengan Israel.

Aktivitas politiknya berbuah ancaman. Pada bulan Desember, Banat ditahan selama beberapa hari di bawah Undang-Undang Kejahatan Dunia Maya 2018 yang kontroversial, yang memungkinkan warga Palestina didakwa karena memfitnah pejabat secara online.

Banat juga menjadi kandidat kegislatif independen dalam pemilu yang dibatalkan Abbas pada April lalu. 

Di sebuah stasiun televisi yang berafiliasi dengan Hamas, Banat mengkritik Abbas mati-matian.

Beberapa hari kemudian, orang-orang bersenjata tak dikenal menembaki rumahnya di Dura, dekat Hebron.

Pada Kamis pagi, anggota dinas keamanan Otoritas Palestina menggerebek rumah tempat dia tinggal.

Menurut keluarganya, petugas menelanjangi Banat, menyemprotkan gas merica ke matanya, sebelum “memukulnya dengan kejam” dan menyeretnya pergi. 

Dua jam kemudian, keluarganya mengetahui bahwa Banat telah meninggal.

Otoritas Palestina  mengatakan akan melakukan penyelidikan penuh dengan perwakilan dari keluarga dan kelompok hak asasi manusia.

Kematiannya memicu kemarahan luas di kalangan warga Palestina, yang menyebabkan protes yang jarang terjadi di Ramallah pada hari Kamis. 

Pemakaman Banat diadakan di Hebron selatan. Ribuan orang memadati masjid, dengan banyak lainnya berkumpul di luar.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co