GenPI.co - Meskipun gencatan senjata baru saja ditandatangani dengan Hamas, namun Israel siap untuk perang berikutnya.
Dilansir dari The Jerusalem Post, keputusan itu diambil lantaran Divisi intelijen Israel (AMAN) menyebut pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar terus membangun narasi kemenangan yang diraih kelompoknya.
Pada Rabu (26/5), p Sinwar meremehkan kerusakan infrastruktur militer yang ditimbulkan selama operasi 11 hari itu.
Dia mengancam akan kembali mengobarkan pertempuran jika Israel memasuki Masjid al-Aqsa di Yerusalem.
"Kami siap untuk pertempuran besar jika musuh melakukan kebodohan besar di Yerusalem dan tempat-tempat suci," kata Sinwar.
IDF mengatakan, Jika Sinwar menindaklanjuti ancaman, pihaknya memiliki ratusan target Hamas yang siap untuk diserang dan terus menambahkan lebih banyak lagi.
Menurut penilaian AMAN , Mohammed Deif, komandan sayap militer Hamas Izzadin al-Qassam ingin melakukan beberapa serangan terhadap Israel, termasuk serangan lintas batas yang menargetkan pasukan atau warga sipil.
Ancaman terhadap Israel juga datang dari Hizbullah, meski selama perang 11 hari, kelompok dari Lebanon itu tetap berada di pinggir lapangan.
pada hari Rabu, pemimpin Heizbullah Hassan Nasrallah, mengancam perang regional jika Israel menyerang tempat-tempat suci di Yerusalem.
"Israel harus memahami bahwa melanggar kota suci dan Masjid al-Aqsa dan tempat-tempat suci tidak akan menghentikan perlawanan Gaza," kata Narallah.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News