GenPI.co— Dengan membawa hasil panenan serta makanan dalam wadah tenong di atas kepala, sejumlah pria dengan busana luriknya berjalan beriringan.
Semua itu dilakukan di Grebegsa Sadranan, acara yang digelar untuk menyampaikan wujud syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan.
Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengelar perhelatan tersebut setahun sekali.
Mata pencarian sebagian masyarakat yang tinggal di kawasan ini sebagian besar dari bertani.
Hasil bumi di daerah tersebut cukup melimpah, seperti kentang, wortel, buncis, sawi, dan aneka sayuran lainnya.
Perhelatannya pada tahun ini, dilakukan pada Minggu (14/4). Bisanya acara tersebut diadakan menjelang Ramadan. Acara digelar para pertengahan bulan ruwah yang merupakan perhitungan berdasarkan penanggalan Jawa.
Ribuan warga Kecamatan Cepogo memadati halaman kantor kecamatan.
Mereka tinggal di 15 desa yang ada di kecamatan tersebut. Sebanyak 315 tenong (wadah terbuat dari bambu), tujuh gunungan hasil bumi, dan tujuh gunungan makanan khas Cepogo, dan 45 tumpeng terkumpul.
Seluruh makan dan hasil bumi itu akan dibagikan pada warga yang hadir di kenduri Grebegsa Sadranan.
Sebelumnya, acara wujud syukur tersebut dilakukan mandiri di masing-masing desa. Namun, kini dikemas menjadi festival budaya.
Baca juga: Warga Boyolali Ubah Lahan Pekarangan Menjadi Objek Wisata
“Kami hanya berusaha mengemas acara Sadranan menjadi festival budaya tahunan,” kata Camat Cepogo, Insan Adi.
Sebelumnya, warga membersihkan makam leluhur dan ziarah. Baru disusul dengan acara Grebegsa Sadranan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News